Kompas.com - 30/10/2015, 18:00 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

Penerapan teknologi

Tidak kalah penting adalah penerapan teknologi untuk pengendalian tata air di lahan gambut.

Pengembangan kanal-kanal untuk pengeringan air harus dihindari, kecuali untuk transportasi publik.

Yang diperlukan justru upaya memilih pola tanam yang tidak memerlukan pengeringan untuk lahan gambut.

Audit kinerja dan kepatuhan berbagai pihak yang terlibat dalam pemanfaatan lahan gambut juga penting untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana kebakaran lahan gambut.

Seluruh upaya mencegah atau mengurangi risiko kebakaran perlu diatur dengan regulasi yang menjamin sinergi berbagai sektor dan pihak terkait, serta menjamin harmonisasi berbagai peraturan untuk pengelolaan lingkungan lahan gambut.

Pencegahan kebakaran lahan gambut dan berbagai risiko bencana lainnya perlu kita pandang sebagai upaya investasi keberlanjutan dan kenyamanan lingkungan, serta keselamatan umat manusia, jangan dipandang sebagai biaya yang hilang sia-sia.

Semakin serius kita tanamkan investasi ini, semakin besar manfaat dalam kondisi lingkungan yang makin aman, nyaman, dan produktif.

Oleh karena itu, perlu adanya peraturan dan sistem "governance" yang menjamin adanya alokasi dana untuk program pencegahan atau pengurangan risiko bencana kebakaran ini sebagai bagian dari investasi di dalam proses bisnis pengelolaan lahan gambut.

Itulah beberapa hal yang perlu kita garap bersama, dengan belajar dari serangkaian kesalahan yang berlangsung bertahun-tahun.

Semoga saja dengan mengubah paradigma pikir dari memandang upaya pencegahan sebagai bagian dari biaya yang hilang, menjadi sebagai bagian dari investasi dalam proses bisnis, akan menjadi gerakan untuk mencegah kebakaran hutan di masa yang datang.

Semoga semua dapat kita lakukan secara efektif dengan melibatkan berbagai pihak, baik swasta, masyarakat setempat, pemerintah daerah, maupun pihak pengawas dalam hal ini pemerintah pusat.

Dwikora Karnawati
Rektor UGM

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 Oktober 2015, di halaman 6 dengan judul "Pelajaran dari Kebakaran Hutan dan Lahan".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Brigadir J, Ajudan Istri Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Kasus Brigadir J, Ajudan Istri Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Nasional
Survei Litbang Kompas: Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

Survei Litbang Kompas: Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

Nasional
Prabowo-Muhaimin Disebut Bakal Umumkan Kerja Sama Gerindra-PKB Senin Sore Ini

Prabowo-Muhaimin Disebut Bakal Umumkan Kerja Sama Gerindra-PKB Senin Sore Ini

Nasional
Polri Tetapkan Ajudan Istri Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Polri Tetapkan Ajudan Istri Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Refleksi HUT RI ke-77: Menuju Kemerdekaan Pangan dan Energi (Bagian I)

Refleksi HUT RI ke-77: Menuju Kemerdekaan Pangan dan Energi (Bagian I)

Nasional
Ini Alasan Prabowo-Cak Imin Dijadwalkan ke KPU Bareng dari Masjid Sunda Kelapa...

Ini Alasan Prabowo-Cak Imin Dijadwalkan ke KPU Bareng dari Masjid Sunda Kelapa...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Tangisan Istri Ferdy Sambo | Kontroversi Brigjen Hendra Kurniawa di Kasus Brigadir J

[POPULER NASIONAL] Tangisan Istri Ferdy Sambo | Kontroversi Brigjen Hendra Kurniawa di Kasus Brigadir J

Nasional
Keberanian Kapolri adalah Kunci

Keberanian Kapolri adalah Kunci

Nasional
Moeldoko: Subsidi Capai Rp 502 Triliun, Mohon Hemat Gunakan BBM

Moeldoko: Subsidi Capai Rp 502 Triliun, Mohon Hemat Gunakan BBM

Nasional
Optimisme Partai Nonparlemen dan Partai Baru Hadapi Pemilu 2024...

Optimisme Partai Nonparlemen dan Partai Baru Hadapi Pemilu 2024...

Nasional
Misteri Lem di Kepala Belakang Brigadir Yosua

Misteri Lem di Kepala Belakang Brigadir Yosua

Nasional
Besok, Prabowo-Cak Imin Berangkat Bareng ke KPU dari Masjid Sunda Kelapa

Besok, Prabowo-Cak Imin Berangkat Bareng ke KPU dari Masjid Sunda Kelapa

Nasional
Pengamat Sebut Jokowi 'Ada Hati' dengan Prabowo sebagai Capres 2024

Pengamat Sebut Jokowi 'Ada Hati' dengan Prabowo sebagai Capres 2024

Nasional
Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

Nasional
Kontroversi Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Larang Keluarga Buka Peti Jenazah Brigadir J

Kontroversi Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Larang Keluarga Buka Peti Jenazah Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.