Kritik Publik Dinilai Bisa Bantu Jokowi Kembali ke Nawacita

Kompas.com - 30/10/2015, 05:15 WIB
Presiden Joko Widodo ketika diwawancarau harian The Wall Street Journal Ed Wray/The Wall Street Journal Presiden Joko Widodo ketika diwawancarau harian The Wall Street Journal
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Rohaniawan sekaligus Pengamat Sosial, Romo Benny Susetyo mengatakan, dukungan publik masih menjadi kekuatan bagi presiden Joko Widodo untuk kembali pada janji Nawacita pada Pilpres 2014 silam.

"Kalau publik tetap bersuara kritis, media bersuara kritis, kaum intelektual bersuara kritis, masyarakat dapat membantu Pak Jokowi kembali kepada Nawacita," kata Romo Benny dalam acara diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).

Menurut dia, pemerintah saat ini masih takut dengan tekanan publik. Namun di sisi lain, tekanan publik tersebut justru menjadi jembatan bagi Jokowi untuk keluar dari "kegalauannya".

Menurut Benny, dalam situasi "kegalauan" tersebut, dikhawatirkan kekuatan Presiden Jokowi akan lemah. Kemudian, Jokowi akan tunduk kepada kepentingan-kepentingan di sekitarnya.


Dukungan publik diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri Jokowi untuk menatap empat tahun ke depan.

"Tetapi bahayanya ketika publik diam, takut kriminalisasi, kemudian tidak bersuara. Media bungkam dan seolah olah kita mendukung grand design dari kepentingan-kepentingan, ya maka selama itu dia (presiden) akan mengalami kegalauan," ujar Romo Benny.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X