Kompas.com - 28/10/2015, 22:01 WIB
Artis musik dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Anang Hermansyah, diabadikan di Gedung Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANArtis musik dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Anang Hermansyah, diabadikan di Gedung Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015).
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Anang Hermansyah mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober harus jadi momentum bagi pemerintah untuk menyiapkan generasi kreatif yang memiliki daya saing tinggi.

"Sudah waktunya pemerintah serius untuk menyiapkan generasi kreatif dengan meletakkan industri kreatif sebagai tulang punggung baru bagi pembangunan di Indonesia," kata Anang dalam pesan yang di terima, Rabu (28/10/2015).

Menurut Anang, Indonesia yang memiliki kekayaan budaya nusantara memiliki keunggulan yang lebih dibanding negara-negara lainnya dalam pengembangan industri kreatif.

"Apalagi Indonesia memiliki bonus demografi yang lebih besar di banding negara lainnya," kata anggota DPR dari Komisi X tersebut.

Suami penyanyi Ashanty ini menjelaskan, tanggung jawab itu tidak menjadi monopoli oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) saja. Namun, Bekraf sebagai leading sector harus mampu menjalin sinergi dengan berbagai stakeholder lain, termasuk pemerintah daerah.

"Karena potensi di industri sangat luar biasa. Tahun 2013 saja yang penanganannya masuk di kementerian pariwisata, industri ini mampu membukukan Rp 714 triliun. Kalau ini diseriusi tidak mustahil di angka Rp 1000 triliun," kata dia.

Lebih lanjut Anang meyakini, bila pemerintah serius menggarap industri kreatif maka dalam waktu yang tidak begitu lama akan muncul generasi muda keratif yang berdaya saing tinggi dan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia.

"Sejarah penting republik ini selalu dibuktikan dengan peran anak muda. Saya juga meyakini, generasi muda kreatif pula yang akan menjadi tulang punggung kebangkitan Indonesia di era kekinian," kata Anang. (Wahyu Aji)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Nasional
Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X