Peras Pengusaha, Wartawan dan Aktivis LSM Palsu Dibekuk Polisi

Kompas.com - 27/10/2015, 20:36 WIB
Ditahan. shutterstockDitahan.
EditorErvan Hardoko

TUBAN, KOMPAS.com — Polres Tuban menangkap tiga pemeras pengusaha daur ulang obat nyamuk di Tuban, Saher Warsilan (43), warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Tuban.

Tiga pemeras itu mengaku berprofesi sebagai wartawan dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dua wartawan palsu yang ditangkap polisi adalah Purnomo Joy (42), asal Dusun Mojolegi, Desa Sawo, Mojokerto; dan Agus Wahyudi Santoso (33), asal Desa Sumbersoko, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Satu pemeras lainnya yang mengaku aktivis LSM bernama Muchsan (42), asal Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.

Kasubag Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati mengatakan, ketiga orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka pemerasan.

Pemerasan bermula pada 21 Oktober 2015. Ketiga orang ini dan lima rekannya, yang masih buron, memeras Warsilan. Mereka minta uang sebesar Rp 10 juta.

“Mereka menakuti Pak Warsilan dengan dalih tempat usahanya ilegal dan akan dipublikasikan ke media serta dibawa ke ranah hukum,” papar Elis, Selasa (27/10/2015).

Menurut dia, ketiga orang itu datang bersama gerombolannya. Lima orang lainnya berinisial DN, MHB, HRJ, Adr, dan Sf masih buron.

Warsilan kemudian memberi uang sebesar Rp 1 juta. Namun, uang itu dirasa kurang oleh komplotan pemeras itu. Pada Kamis (22/10/2015), mereka mendatangi rumah Warsilan dan minta uang Rp 2 juta.

“Karena merasa diperas, Pak Warsilan melapor kepada kami,” katanya.

Rupanya, delapan pemeras itu bukan hanya mengaku sebagai wartawan dan aktivis LSM. Di antara mereka juga ada yang mengaku sebagai personel Polda Jawa Timur dan petugas dari Badan Lingkungan Hidup.

“Mereka minta uang pada korban sebesar Rp 10 juta sebagai upah untuk tutup mulut,” ujarnya.

Dari ketiga pemeras, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta, satu unit kamera rusak, satu kartu tanda pengenal wartawan dan LSM, satu unit mobil Avanza warna hitam, dan satu unit ponsel.

"Tersangka kami kenai ancaman hukuman sembilan tahun penjara sesuai Ayat 1 Pasal 368 KUHP mengenai pemerasan,” papar Elis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X