Kubu Agung Laksono Masih Ingin Rekonsiliasi Sengketa Kepengurusan Golkar

Kompas.com - 27/10/2015, 17:30 WIB
Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono bersama pengurus Golkar memberikan pernyataan kepada pers, di Slipi, Jakarta, Selasa (27/10/2015). Indra Akuntono/kompas.comKetua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono bersama pengurus Golkar memberikan pernyataan kepada pers, di Slipi, Jakarta, Selasa (27/10/2015).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono, mengatakan, pihaknya masih ingin mengupayakan rekonsiliasi untuk menyelesaikan perselisihan kepengurusan Golkar. Rekonsiliasi dianggap sebagai cara terbaik agar masalah selesai dengan kesepakatan dari dua kubu.

"Kami tak ingin meninggalkan legacy yang negatif. Penyelesaian itu sifatnya permanen," kata Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Agung menuturkan, saat ini para tokoh senior Golkar, seperti Jusuf Kalla, BJ Habibie, Akbar Tandjung, dan Siswono Yudo Husodo juga terus mengupayakan terwujudnya rekonsiliasi. Pada saat bersamaan, Agung ingin mengadakan pertemuan dengan semua pengurus dan kader Golkar di Jakarta.

Pertemuan tersebut, kata Agung, juga akan melibatkan pengurus Golkar dari Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie dan semua calon kepala daerah yang diusung atau didukung Golkar.

Selain silaturahim, pertemuan itu dilakukan untuk menyamakan strategi memenangi pilkada serentak pada 9 Desember 2015 nanti.

"Kami berharap semuanya menciptakan iklim kondusif, tidak saling merendahkan," ucap Agung.

Konflik internal Golkar telah berlangsung lebih dari satu tahun. Dampak dari konflik itu adalah terbelahnya Golkar menjadi dua kubu.

Mekanisme penyelesaian internal melalui mahkamah partai tidak memuaskan kedua kubu. Langkah hukum berlanjut hingga saat ini.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa UI Ciptakan Aplikasi EndCorona, Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Mahasiswa UI Ciptakan Aplikasi EndCorona, Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Nasional
Agamawan hingga Budayawan dalam Forum Risalah Jakarta Surati Jokowi, Ini Isinya

Agamawan hingga Budayawan dalam Forum Risalah Jakarta Surati Jokowi, Ini Isinya

Nasional
Diralat, Polri Sebut 7 Polisi Siswa Setukpa Bukan Positif Covid-19 tetapi Berstatus PDP

Diralat, Polri Sebut 7 Polisi Siswa Setukpa Bukan Positif Covid-19 tetapi Berstatus PDP

Nasional
KSP: Penerapan Kebijakan PSBB Pertimbangkan Karakteristik Bangsa

KSP: Penerapan Kebijakan PSBB Pertimbangkan Karakteristik Bangsa

Nasional
300 Polisi yang 'Rapid Test'-nya Positif Dikarantina 14 Hari

300 Polisi yang "Rapid Test"-nya Positif Dikarantina 14 Hari

Nasional
10 dari 14 WNI Positif Covid-19 di India Sembuh

10 dari 14 WNI Positif Covid-19 di India Sembuh

Nasional
34.696 WNI yang Terdampak Kebijakan Lockdown Malaysia Kembali ke Tanah Air

34.696 WNI yang Terdampak Kebijakan Lockdown Malaysia Kembali ke Tanah Air

Nasional
Pemerintah Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Catatan Ombudsman

Pemerintah Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Catatan Ombudsman

Nasional
Pemerintah: Terima Kasih Seluruh Pemda yang Intens Memutus Rantai Corona

Pemerintah: Terima Kasih Seluruh Pemda yang Intens Memutus Rantai Corona

Nasional
'Mari Jaga Kampung Halaman Tetap Sehat dengan Tidak Mudik'

"Mari Jaga Kampung Halaman Tetap Sehat dengan Tidak Mudik"

Nasional
Antisipasi Covid-19 di Penjara, 13.430 Napi Dibebaskan per 1 April

Antisipasi Covid-19 di Penjara, 13.430 Napi Dibebaskan per 1 April

Nasional
Kasus Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Catat 808 Kasus

Kasus Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Catat 808 Kasus

Nasional
Pasien Covid-19 Bertambah, Bukti Penularan Masih Ada dan Kontak Dekat Diabaikan

Pasien Covid-19 Bertambah, Bukti Penularan Masih Ada dan Kontak Dekat Diabaikan

Nasional
Komisi VIII Minta Pemerintah Tak Buru-buru soal Penyelenggaraan Haji

Komisi VIII Minta Pemerintah Tak Buru-buru soal Penyelenggaraan Haji

Nasional
Yurianto: Masker Tak Bisa Membunuh Virus Corona, Sebaiknya Tetap Cuci Tangan Pakai Sabun

Yurianto: Masker Tak Bisa Membunuh Virus Corona, Sebaiknya Tetap Cuci Tangan Pakai Sabun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X