Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/10/2015, 16:09 WIB
Fabian Januarius Kuwado

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Bambang Waskito, membantah tidak menyertakan surat izin penyitaan saat menggeledah kantor PT Pelindo II pada 28 Agustus 2015 silam.

“Tidak mungkin tidak ada (surat izin penyitaan). Kami sudah on the track,” ujar Bambang di Mabes Polri, Jumat (23/10/2015).

Bambang enggan menanggapi lebih lanjut tuduhan-tuduhan yang dilayangkan pihak Pelindo II. Dia mengatakan, jika pihak Pelindo II memang merasa proses hukum perkara korupsi di perusahaan tersebut tidak sesuai prosedur, lebih baik ajukan ke praperadilan.

“Kalau memang mereka protes-protes praperadilan sajalah, daripada ribut-ribut,” ujar Bambang.

Sebelumnya, kuasa hukum PT Pelindo II Rudi Kabunang menyebut, penyitaan yang dilakukan penyidik Bareskrim Polri terhadap sejumlah dokumen di perusahaan itu, tidak sesuai prosedur alias ilegal.

Alasan pertama, berita acara penggeledahan dan penyitaan 28 Agustus 2015 baru ditandatangani oleh karyawan Pelindo 8 Oktober 2015. Artinya, penggeledahan dan penyitaan pada 28 Agustus 2015 tidak dilengkapi berita acara.

Alasan kedua, kuasa hukum telah mengonfirmasi keaslian surat penggeledahan dan penyitaan PT Pelindo II ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Berdasarkan surat balasan Wakil Ketua PN Jakut tanggal 2 Oktober 2015, pihaknya hanya mengeluarkan surat izin penggeledahan saja.

“Ternyata surat isin penyitaannya tidak ada. Yang dipegang penyidik saat itu hanyalah surat izin penggeledahannya saja. Jelas ini menyalahi aturan yang ada,” ujar Rudi.

Atas dasar itu, sejumlah karyawan Pelindo yang menandatangani berita acara penyitaan dokumen mencabut tanda tangannya atas surat tertanggal 8 Oktober 2015. Artinya, pihak Pelindo menyatakan bahwa penyitaan dokumen perusahaannya tidak sesuai prosedur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com