Kompas.com - 22/10/2015, 07:20 WIB
Staf Divisi Hak Sipil dan Politik KontraS, Satrio Wirataru, Wakil Koordinator KontraS, Yati Andriani, dan Staf Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Tioria Pretty  dalam acara diskusi di Kantor KontraS Jl. Kramat II, Senen, Jakarta, Rabu (21/10/2015) KOMPAS.com/Nabilla TashandraStaf Divisi Hak Sipil dan Politik KontraS, Satrio Wirataru, Wakil Koordinator KontraS, Yati Andriani, dan Staf Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Tioria Pretty dalam acara diskusi di Kantor KontraS Jl. Kramat II, Senen, Jakarta, Rabu (21/10/2015)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Divisi Hak Sipil dan Politik Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Satrio Wirataru mengatakan, DPR sebaiknya tak memaksakan target untuk menyelesaikan pembahasan 786 pasal dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

DPR menargetkan akan menyelesaikan ratusan pasal tersebut pada Agustus 2016. Ia meragukan kesanggupan DPR menyelesaikan pembahasan seluruh pasal itu dalam waktu satu tahun.

Kontras menyarankan agar pemerintah membuat undang-undang tersendiri untuk pasal-pasal yang mendesak daripada memaksakan memenuhi ambisi mencapai target 786 pasal.

"Yang jadi kontroversi kan kalau masuk KUHP berarti setelah disahkan, kemungkinan diubah lagi sangat sulit. Bisa puluhan tahun. Kalau ada kekurangan diubahnya sulit," ujar Satrio, di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Satrio juga mengingatkan DPR agar tak hanya mengejar target legislasi karena pembahasan RKUHP harus dilakukan secara hati-hati dan komprehensif. Ia mencontohkan, pembahasan salah satu pasal tentang Santet. Menurut dia, ada kekhawatiran bahwa yang dibahas justru pasal-pasal yang tidak krusial. Padahal, banyak pasal-pasal penting lainnya yang lebih mendesak.

"Kami pesimistis juga keberhasilan KUHP ini bisa menjadi solusi sistem hukum," kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.