Senjata "Air Gun" yang Diduga untuk Menembak Warga Singkil Ditemukan

Kompas.com - 16/10/2015, 19:27 WIB
Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti meninjau gereja yang dibakar di kawasan Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Rabu (14/10). Pasca bentrokan antardua kelompok massa yang berujung satu gereja dibakar, satu orang meninggal, dan empat orang mengalami luka-luka di Kecamatan Gunung Meriah, Selasa (13/10), TNI bersama Polri pun meningkatkan pengamanan. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHKepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti meninjau gereja yang dibakar di kawasan Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Rabu (14/10). Pasca bentrokan antardua kelompok massa yang berujung satu gereja dibakar, satu orang meninggal, dan empat orang mengalami luka-luka di Kecamatan Gunung Meriah, Selasa (13/10), TNI bersama Polri pun meningkatkan pengamanan.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti memastikan bahwa pihaknya sudah menemukan senjata yang menyebabkan korban meninggal dunia dalam peristiwa di Aceh Singkil.

"Senjata sudah ketemu, tinggal dikejar pelaku penembakannya," ujar Badrodin di Mabes Polri, Jumat (16/10/2015).

Dia menambahkan, senjata tersebut berjenis air gun dan akan digunakan untuk penyelidikan forensik. Senjata tersebut selanjutnya akan dikirim ke laboratorium forensik sebagai pelengkap penyelidikan.

"Senjatanya digabungkan dengan peluru yang sudah kami dapat sebelumnya. Tinggal diproses," ujar Badrodin.

Menurut Badrodin, senjata air gun tersebut bukan jenis khusus, melainkan jenis umum yang biasa diperjualbelikan di internet.

Adapun kronologi singkat peristiwa di Singkil yakni adanya ormas yang meminta pemerintah setempat menertibkan tempat ibadah yang ada di wilayah Singkil. Sebab, kesepakatan pada tahun 1979, di wilayah itu hanya diperbolehkan lima rumah ibadah.

Kenyataannya ada 26 rumah ibadah yang berdiri. Pemerintah setempat sedianya membongkar rumah ibadah tersebut pada Senin, 19 Oktober 2015. Namun, kelompok masyarakat tak sabar dan akhirnya menyerang rumah ibadah beserta warganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satu rumah ibadah terbakar dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia akibat luka tembak, dan empat lainnya luka-luka. Polisi sudah menetapkan 10 orang tersangka atas kasus perusakan rumah ibadah. Tiga di antaranya sudah ditahan dan tujuh lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO) karena melarikan diri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghukum Parpol yang Kadernya Terlibat Korupsi

Menghukum Parpol yang Kadernya Terlibat Korupsi

Nasional
Pemerintah Usul Pileg dan Pilpres Digelar 15 Mei 2024, Ini Tanggapan Parpol

Pemerintah Usul Pileg dan Pilpres Digelar 15 Mei 2024, Ini Tanggapan Parpol

Nasional
Dilema Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19...

Dilema Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19...

Nasional
Kunjungan ke Bandung, Wapres Sambangi Agrowisata hingga Pimpin Rapat Kemiskinan Ekstrem

Kunjungan ke Bandung, Wapres Sambangi Agrowisata hingga Pimpin Rapat Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Kisah Amelia Achmad Yani, 20 Tahun Menepi ke Desa Mengobati Luka Batin

Kisah Amelia Achmad Yani, 20 Tahun Menepi ke Desa Mengobati Luka Batin

Nasional
Pemuda Pegiat Mangrove Minta Beasiswa Kursus Ekspor, Jokowi Siapkan Tiket

Pemuda Pegiat Mangrove Minta Beasiswa Kursus Ekspor, Jokowi Siapkan Tiket

Nasional
Rencana Polri Rekrut 56 Pegawai KPK Dinilai Tunjukkan TWK Tak Bermakna

Rencana Polri Rekrut 56 Pegawai KPK Dinilai Tunjukkan TWK Tak Bermakna

Nasional
Jika Pemecatan Tak Dibatalkan, 56 Pegawai KPK Dinilai Kehilangan Hak Absolut

Jika Pemecatan Tak Dibatalkan, 56 Pegawai KPK Dinilai Kehilangan Hak Absolut

Nasional
Aturan Lengkap Protokol Kesehatan PON XX Papua dalam Inmendagri 46/2021

Aturan Lengkap Protokol Kesehatan PON XX Papua dalam Inmendagri 46/2021

Nasional
Fadjroel: Perdebatan soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Tak Boleh Dihentikan

Fadjroel: Perdebatan soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Tak Boleh Dihentikan

Nasional
1 Hari Jelang Pemberhentian Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Akankah Jokowi Bersikap?

1 Hari Jelang Pemberhentian Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Akankah Jokowi Bersikap?

Nasional
[POPULER NASIONAL] Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas | Nadiem: Tutup Sekolah Salah, Buka Sekolah Salah

[POPULER NASIONAL] Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas | Nadiem: Tutup Sekolah Salah, Buka Sekolah Salah

Nasional
Gonjang-ganjing di KPK, Kemerosotan Kepercayaan Publik, dan Ketidaktegasan Sikap Jokowi

Gonjang-ganjing di KPK, Kemerosotan Kepercayaan Publik, dan Ketidaktegasan Sikap Jokowi

Nasional
Pegawai Nonaktif KPK Konsolidasikan Rencana Perekrutan Jadi ASN Polri

Pegawai Nonaktif KPK Konsolidasikan Rencana Perekrutan Jadi ASN Polri

Nasional
Jelang Diberhentikan, 14 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Jelang Diberhentikan, 14 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.