Di Depan Tiga Menteri, Ketua DPR Telepon Korban Asap di Palembang

Kompas.com - 16/10/2015, 11:21 WIB
Kabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015). KOMPAS.com/Amriza NursatriaKabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan DPR menggelar coffee morning dengan sejumlah menteri membahas masalah kabut asap di beberapa daerah.

Mengawali pertemuan tersebut, Ketua DPR Setya Novanto langsung menelepon seorang warga di Palembang yang bernama Pipit, yang menjadi korban kabut asap.

"Ini ada yang namanya Ibu Pipit dari Palembang hubungi saya, dia kena ISPA," kata Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2015) pagi.

Novanto mengatakan bahwa nomor ponselnya memang disebar kepada masyarakat yang ingin menyampaikan keluh kesahnya terkait berbagai permasalahan. Dia langsung meminta kepada menteri yang hadir untuk bicara dengan Pipit lewat telepon.

Hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Kesehatan Nila F Moloek. (Baca: PM Najib: Presiden Jokowi Malu gara-gara Asap)

Kepada Luhut, Pipit menjelaskan bahwa anaknya terkena infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

"Imbasnya kepada anak saya, batuk, karena anak saya sekolah. Kalau adik-adiknya enggak sekolah, jadi mayoritas di rumah. Ini agak pekat lagi soalnya asap di sini, pesawat pada delay," kata Pipit.

Luhut lantas menjelaskan kepada Pipit bahwa pemerintah sudah sangat fokus dengan masalah ini. Ia mengakui tak mungkin langsung bisa diselesaikan semua. Luhut berjanji pemerintah akan segera mengirim bantuan secepatnya. (Baca: Luhut: Masih Ada 1.005 Titik Api, Kondisi Kabut Asap Memburuk)

"Kami akan beri alat-alat bantuan untuk masalah ISPA ini. Kemarin saya dengar jarak pandang sudah membaik. Jadi, agak pekat lagi ya hari ini," kata Luhut.

Setelah berbicara dengan Luhut, ponsel kemudian diserahkan kepada Siti dan Nila. Pipit menyampaikan keluhan yang sama kepada kedua menteri itu.

"Gimana Bu Pipit senang sudah bicara langsung?" tanya Novanto saat ponselnya dikembalikan.

Novanto sempat berkelakar dengan Pipit yang membuat seisi ruangan tertawa. Kepada Pipit, dia mempromosikan Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya, yang juga rekannya di Partai Golkar. (Baca: DPR Tuntut Kabut Asap Dijadikan Bencana Nasional)

"Ini ada orang Palembang juga, Pak Tantowi. Kalau dia nyalon gubernur pilih, ya," ucap Novanto.

Setelah itu, pertemuan dilakukan secara tertutup. Ketiga menteri diberi kesempatan untuk menjelaskan kepada DPR mengenai perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap. Luhut diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan presentasinya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur Manajemen Risiko Investasi

Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur Manajemen Risiko Investasi

Nasional
Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo: Saya Tak Bersalah

Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo: Saya Tak Bersalah

Nasional
Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Mantan Menkes Siti Fadilah: Ini Bukan Vaksinasi, tapi Penelitian

Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Mantan Menkes Siti Fadilah: Ini Bukan Vaksinasi, tapi Penelitian

Nasional
Kepala Bappenas: Pemerintah Terbuka pada Semua Usulan Pembangunan Ibu Kota Baru

Kepala Bappenas: Pemerintah Terbuka pada Semua Usulan Pembangunan Ibu Kota Baru

Nasional
Pengamat Pertahanan Nilai Denwalsus Kemhan Tidak Bermasalah

Pengamat Pertahanan Nilai Denwalsus Kemhan Tidak Bermasalah

Nasional
Fraksi PKS Dukung Rencana Jokowi Bahas Persoalan di Myanmar Lewat KTT ASEAN

Fraksi PKS Dukung Rencana Jokowi Bahas Persoalan di Myanmar Lewat KTT ASEAN

Nasional
Raja Salman Beri Hadiah 15 Ton Kurma Istimewa untuk Umat Islam di Indonesia

Raja Salman Beri Hadiah 15 Ton Kurma Istimewa untuk Umat Islam di Indonesia

Nasional
Dakwaan Jaksa: Edhy Prabowo Pakai Uang Suap Rp 833,4 Juta untuk Belanja Barang Mewah Bersama Istri di AS

Dakwaan Jaksa: Edhy Prabowo Pakai Uang Suap Rp 833,4 Juta untuk Belanja Barang Mewah Bersama Istri di AS

Nasional
Sengketa Pilkada Sabu Raijua, MK Anulir Pencalonan Orient Karena Dinilai Berkewarganegaraan AS

Sengketa Pilkada Sabu Raijua, MK Anulir Pencalonan Orient Karena Dinilai Berkewarganegaraan AS

Nasional
Paslon Orient-Thobias Didiskualifikasi, PDI-P Minta KPU dan Bawaslu Tanggung Jawab

Paslon Orient-Thobias Didiskualifikasi, PDI-P Minta KPU dan Bawaslu Tanggung Jawab

Nasional
Isu Reshuffle Mencuat, Politisi Golkar: Kita Cukup Tunggu Saja

Isu Reshuffle Mencuat, Politisi Golkar: Kita Cukup Tunggu Saja

Nasional
Polri Bolehkan Mudik Sebelum 6 Mei, Pimpinan Komisi III Ingatkan Soal Pengawasan

Polri Bolehkan Mudik Sebelum 6 Mei, Pimpinan Komisi III Ingatkan Soal Pengawasan

Nasional
Wakil Ketua Komisi III: Harusnya Satgas BLBI Jadi Trigger Lahirnya UU Perampasan Aset

Wakil Ketua Komisi III: Harusnya Satgas BLBI Jadi Trigger Lahirnya UU Perampasan Aset

Nasional
Sepanjang 2021, Sebanyak 1.125 Bencana Alam Terjadi di Tanah Air

Sepanjang 2021, Sebanyak 1.125 Bencana Alam Terjadi di Tanah Air

Nasional
Buru Aset BLBI di Luar Negeri, Pemerintah Bakal Libatkan Interpol

Buru Aset BLBI di Luar Negeri, Pemerintah Bakal Libatkan Interpol

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X