Program Bela Negara Diusulkan Tidak Ditangani Kementerian Pertahanan

Kompas.com - 14/10/2015, 19:41 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil dalam konferensi pers terkait Program Bela Negara diKantor LBH Jakarta Jl KOMPAS.com/Nabilla TashandraKoalisi Masyarakat Sipil dalam konferensi pers terkait Program Bela Negara diKantor LBH Jakarta Jl
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Masyarakat Sipil menilai, program bela negara lebih tepat jika dijalankan oleh Kementerian Pendidikan. Terlebih jika alasan dilaksanakannya program tersebut adalah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di masyarakat.

"Pembangunan rasa nasionalisme dengan program bela negara yang dilakukan Kementerian Pertahanan adalah tidak tepat. Sebaiknya hal tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan," ujar pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Maruli T Rajagukguk dalam konferensi pers di Kantor LBH Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Maruli menambahkan, jika program bela negara dimasukkan ke dalam sistem pendidikan, maka tidak akan menambah beban anggaran negara khususnya anggaran pertahanan. Karena hingga kini, Kementerian Pertahanan dan TNI masih kekurangan anggaran dalam pengadaan alutsista maupun dalam peningkatan kesejahteraan prajurit. Untuk pengadaan alutsista saja, menurut dia, Indonesia baru bisa menyelesaikan program minimum essential force pada tahun 2024.

"Artinya negara masih memiliki kekurangan anggaran untuk mendukung persenjataan TNI dan kesejahteraan prajurit TNI sebagai komponen utama sistem pertahanan. Pembentukan bela negara jelas akan menjadi beban bagi anggaran negara dan anggaran pertahanan," ungkap dia.


Senada dengan Maruli, dalam kesempatan yang sama, Direktur Imparsial Al Araf mengatakan dinamika persoalan ekonomi global berimplikasi terhadap ekonomi Indonesia, yang membuat pemerintah kesulitan dalam mengalokasikan anggaran untuk sektor pertahanan. Bahkan, menurut Al Araf, anggaran untuk sektor pertahanan akan berkurang sekitar Rp. 8 triliun tahun depan sehingga permasalahan anggaran pertahanan dapat menjadi persoalan serius jika program bela negara ini akhirnya dijalankan.

"Anggaran yang ada sekarang saja yang dimiliki pemerintah masih sangat kurang untuk membangun komponen utamanya. Lalu apakah bela negara menjadi resep mujarab untuk penguatan kekuatan pertahanan indonesia? Tidak," tegas Al Araf.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bamsoet Candai Ma'ruf Amin yang Tak Pakai Sarung saat Pelantikan...

Saat Bamsoet Candai Ma'ruf Amin yang Tak Pakai Sarung saat Pelantikan...

Nasional
Hari Pertama Menjabat Wapres, Ma'ruf Terima Kunjungan 3 Tamu Negara

Hari Pertama Menjabat Wapres, Ma'ruf Terima Kunjungan 3 Tamu Negara

Nasional
Airlangga Instruksikan Kader Golkar Kawal 5 Program Utama Jokowi

Airlangga Instruksikan Kader Golkar Kawal 5 Program Utama Jokowi

Nasional
DPC PDI-P Solo Calonkan Orang Lain, Gibran Maju Lewat DPD atau DPP

DPC PDI-P Solo Calonkan Orang Lain, Gibran Maju Lewat DPD atau DPP

Nasional
Soal Kemungkinan Gerindra Gabung Koalisi, Airlangga: Semakin Banyak Makin Baik

Soal Kemungkinan Gerindra Gabung Koalisi, Airlangga: Semakin Banyak Makin Baik

Nasional
Airlangga Hartarto Bersyukur untuk Pertama Kalinya Golkar Pimpin MPR

Airlangga Hartarto Bersyukur untuk Pertama Kalinya Golkar Pimpin MPR

Nasional
Bamsoet Siapkan Pantun untuk Prabowo-Sandiaga Sejak 3 Hari yang Lalu

Bamsoet Siapkan Pantun untuk Prabowo-Sandiaga Sejak 3 Hari yang Lalu

Nasional
Surya Paloh: Konsekuensi Dukungan Tanpa Syarat, Enggak Usah Banyak Tanya soal Menteri

Surya Paloh: Konsekuensi Dukungan Tanpa Syarat, Enggak Usah Banyak Tanya soal Menteri

Nasional
Edhy Prabowo Mengaku Siap Jika Ditunjuk Presiden Jokowi Jadi Menteri

Edhy Prabowo Mengaku Siap Jika Ditunjuk Presiden Jokowi Jadi Menteri

Nasional
Anggap Cita-cita Jokowi Sangat Tinggi, Sandiaga Dukung Omnibus Law

Anggap Cita-cita Jokowi Sangat Tinggi, Sandiaga Dukung Omnibus Law

Nasional
Jabatan Berakhir, Retno Masih Tetap Dampingi Jokowi Terima Tamu Negara

Jabatan Berakhir, Retno Masih Tetap Dampingi Jokowi Terima Tamu Negara

Nasional
Agenda Padat Usai Pelantikan, Jokowi Akan Sempatkan Bertemu Relawan

Agenda Padat Usai Pelantikan, Jokowi Akan Sempatkan Bertemu Relawan

Nasional
Usai Pelantikan, Jokowi Bertemu Wapres China dan Sejumlah Tamu Negara Lain

Usai Pelantikan, Jokowi Bertemu Wapres China dan Sejumlah Tamu Negara Lain

Nasional
Saat Prabowo Berlari Kecil Hindari Wartawan di DPR...

Saat Prabowo Berlari Kecil Hindari Wartawan di DPR...

Nasional
Pelantikan Lancar, Jokowi Ucapkan Terimakasih ke TNI-Polri dan BIN

Pelantikan Lancar, Jokowi Ucapkan Terimakasih ke TNI-Polri dan BIN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X