Kompas.com - 06/10/2015, 15:28 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu saat ditrmui di Kompleks Parlemen, Selasa (6/10/2015) KOMPAS.com/Nabilla TashandraAnggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu saat ditrmui di Kompleks Parlemen, Selasa (6/10/2015)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, mendukung pemberlakuan sanksi maksimum terhadap pelaku-pelaku kejahatan yang melebihi ambang kemanusiaan ataupun terhadap kejahatan-kejahatan khusus, seperti terorisme, narkotika, dan korupsi.

"Jaksa ataupun hakim harus berikan sanksi maksimum, apalagi terhadap kejahatan anak. Itu harus diberikan sanksi maksimum, baik penjara seumur hidup maupun pidana mati," ujar Masinton saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (6/10/2015).

Hukuman mati, menurut dia, bukan hal yang mustahil mengingat hal tersebut saat ini masih diberlakukan di Indonesia. Namun, ia menyerahkan semuanya kepada pihak pengadil untuk memberi sanksi yang adil sesuai dengan perbuatan kejahatan pelaku.

Meski kasus kekerasan anak akhir-akhir ini semakin banyak, Masinton mengatakan, pihaknya belum berpikir untuk membuat peraturan baru terkait kekerasan anak, tetapi cukup merevisi Undang-Undang Perlindungan Anak jika diperlukan.

"Kan ada Undang-Undang Perlindungan Anak. Kalau dirasa masih kurang, ya bisa direvisi," kata politisi PDI-P ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X