Surat Presiden untuk PAW Beberapa Anggota DPR Sudah Diterima

Kompas.com - 05/10/2015, 18:19 WIB
Presiden terpilih, Joko Widodo (dua kiri) berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dua kanan) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani (kiri) serta Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Rakernas yang dihadiri presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) serta sejumlah ketua partai koalisi ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWANPresiden terpilih, Joko Widodo (dua kiri) berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dua kanan) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani (kiri) serta Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Rakernas yang dihadiri presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) serta sejumlah ketua partai koalisi ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pada Rapat Paripurna Senin (5/10/2015) membacakan delapan surat yang diterima DPR RI. Salah satunya adalah surat dari Presiden RI dengan Nomor R54/Pres/09/2015 tentang nama-nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pimpinan DPR telah menerima delapan pucuk surat. Surat kedua, dari Presiden RI tertanggal 2 September 2015. Perihal nama-nama calon pimpinan KPK," ujar Fahri dalam Rapat Paripurna, Senin (5/10/2015).

Surat pertama yang diterima DPR dari Presiden adalah perihal pertimbangan permohonan bagi pencalonan duta besar negara sahabat untuk Republik Indonesia, tertanggal 31 Agustus 2015 dengan Nomor R53/Pres/08/2015. Adapun dua surat lainnya dari Presiden adalah perihal nama-nama calon anggota Komisi Yudisial (KY) masa jabatan 2015-2020, surat perihal penunjukkan wakil untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol, dan surat perihal RUU tentang Karantina Kesehatan.

Sedangkan tiga surat lainnya adalah surat dari Komisi V terkait penjadwalan RUU tentang Jasa Kontruksi, surat dari Komisi IX perihal penjadwalan RUU tentang Pekerja Indonesia di Luar Negeri dan yang terakhir adalah surat Kepres RI nomor 97/P/2015 tentang peresmian Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR dan MPR sisa masa jabatan 2015-2015.

"Surat kedelapan tadi sudah kita sepakati. Oleh karena itu, selanjutnya kami beritahukan pimpinan DPR sudah terima surat KepresRI tentang peresmian PAW anggota DPR dan MPR sisa masa jabatan tahun 2014-2015, yaitu saudari Veny Defianti menggantikan Eldi Suwandi, dari Golkar Dapil Jabar IX dan Nur Ahmad menggantikan Nusron Wahid dari Golkar Dapil Jateng II," kata Fahri.

Selanjutnya, sesuai surat Kepres RI Nomor 104/P/2015 tertanggal 1Oktober tentang Peresmian PAW Anggota DPR dan MPR Sisa Jabatan 2014-2019, yaitu Rahmat Nasution Hamka dari PDI-P Dapil Kalteng. (Baca: PDI-P Belum Lakukan PAW, Puan dan Tjahjo Diadukan ke MKD)

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X