Kompas.com - 29/09/2015, 06:54 WIB
Wapres Jusuf Kalla saat dicegat pers usai mengikuti sidang di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Minggu (26/9) sore waktu setempat. Suhartono/KOMPASWapres Jusuf Kalla saat dicegat pers usai mengikuti sidang di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Minggu (26/9) sore waktu setempat.
Penulis Suhartono
|
EditorBayu Galih

NEW YORK, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, isi pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang kekuatan militer Amerika Serikat, persoalan ISIS dan Suriah, serta perdamaian dunia, dinilai sangat realistis.

"Amerika Serikat sebagai negara dengan kekuatan militer yang besar bisa menyadari bahwa mereka tidak bisa menjadi kekuatan yang  dapat selalu menciptakan perdamaian. Yang ada justru bisa menciptakan sebaliknya (perang)," ujar Wapres Kalla saat ditanya pers, seusai menghadiri Peacekeeping Summit di Markas Besar PBB, Senin (28/9) sore waktu setempat atau Selasa (29/9/2015) pagi.

Menurut Wapres Kalla, dengan demikian Amerika Serikat juga ingin menciptakan perdamaian di dunia.

"Kalau seperti itu, peran Amerika dalam perdamaian tentunya akan bisa lebih komit. Kita akan lebih mudah bersama-sama dengan kekuatan lainnya untuk menciptakan perdamaian bersama," ujar Wapres Kalla.

Terkait perbedaan pandangan antara Presiden Obama dengan Presiden Putin melihat ISIS, Wapres Kalla menyatakan, tidak apa-apa. "Namun, sebenarnya, keduanya (Obama dan Putin) sama-sama menolak radikalisme dan kekerasan yang dilakukan ISIS," tutur Kalla.

Sebelumnya, dalam pidato pertamanya dalam pembukaan Sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Obama mengajak negara-negara dunia ikut menciptakan perdamaian dunia melalui diplomasi.

Adapun Obama dan Putin berbeda pendapat mengenai Suriah. Menurut Putin, dalam menghadapi ISIS di Suriah, dunia perlu memberikan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan Obama menilai Assad sebagai pihak tiran dan bertanggung jawab terhadap perang saudara yang terjadi di Suriah.

Meski begitu, baik Obama dan Putin sepakat untuk saling menjajaki kerja sama, termasuk dalam menghadapi kelompok teror, termasuk ISIS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disebut Terlibat dalam TWK Pegawai KPK, Ini Penjelasan TNI

Disebut Terlibat dalam TWK Pegawai KPK, Ini Penjelasan TNI

Nasional
Perjalanan Terkait Sektor Esensial Tak Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Rinciannya

Perjalanan Terkait Sektor Esensial Tak Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Rinciannya

Nasional
Mudik Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Aktivitas Perjalanan yang Dibolehkan

Mudik Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Aktivitas Perjalanan yang Dibolehkan

Nasional
 Eks Anggota BPK Rizal Djalil Dieksekusi ke Lapas Cibinong

Eks Anggota BPK Rizal Djalil Dieksekusi ke Lapas Cibinong

Nasional
Pelarangan Mudik Berlaku di Wilayah Aglomerasi, Transportasi Publik Beroperasi secara Terbatas

Pelarangan Mudik Berlaku di Wilayah Aglomerasi, Transportasi Publik Beroperasi secara Terbatas

Nasional
Penumpang Positif Covid-19 Lolos Naik Pesawat, Anggota DPR: Kemen BUMN Harus Tegur AP I

Penumpang Positif Covid-19 Lolos Naik Pesawat, Anggota DPR: Kemen BUMN Harus Tegur AP I

Nasional
Klaim Diisi Anak Muda, Partai Prima Umumkan Akan Deklarasi 1 Juni 2021

Klaim Diisi Anak Muda, Partai Prima Umumkan Akan Deklarasi 1 Juni 2021

Nasional
KKP Ungkap Cara Agar Ekspor Perikanan Indonesia Diterima Negara Tujuan

KKP Ungkap Cara Agar Ekspor Perikanan Indonesia Diterima Negara Tujuan

Nasional
Usut Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 2 Tersangka dan Seorang Saksi

Usut Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 2 Tersangka dan Seorang Saksi

Nasional
Pengamat LIPI: Dibutuhkan Pendekatan Non-militeristik Selesaikan Konflik di Papua

Pengamat LIPI: Dibutuhkan Pendekatan Non-militeristik Selesaikan Konflik di Papua

Nasional
Soal TWK terhadap Pegawai KPK Dinilai Tak Sesuai Nilai Kebangsaan

Soal TWK terhadap Pegawai KPK Dinilai Tak Sesuai Nilai Kebangsaan

Nasional
Bamsoet Nyatakan HAM Belakangan Saja, LIPI: Menutup Ruang Diskusi di Papua

Bamsoet Nyatakan HAM Belakangan Saja, LIPI: Menutup Ruang Diskusi di Papua

Nasional
ICW: Sejak 2019, KPK Merosot Secara Terstruktur

ICW: Sejak 2019, KPK Merosot Secara Terstruktur

Nasional
ICW: Jangan-jangan Kalau Komisoner KPK Ikut TWK, Enggak Lulus

ICW: Jangan-jangan Kalau Komisoner KPK Ikut TWK, Enggak Lulus

Nasional
ICW Minta Presiden Jokowi Tanggung Jawab soal TWK KPK yang Jadi Polemik

ICW Minta Presiden Jokowi Tanggung Jawab soal TWK KPK yang Jadi Polemik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X