Obituarium Adnan Buyung Nasution

Kompas.com - 23/09/2015, 12:20 WIB
Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution saat menyatakan mundur dari Penasehat Hukum Terdakwa kasus dugaan Mafia Hukum dan Pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, dihadapan sejumlah wartawan di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan. Rabu (11/10/2010).  TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution saat menyatakan mundur dari Penasehat Hukum Terdakwa kasus dugaan Mafia Hukum dan Pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, dihadapan sejumlah wartawan di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan. Rabu (11/10/2010).
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS - Advokat senior Adnan Buyung Nasution wafat dalam usia 81 tahun, Rabu (23/9/2015). Tokoh yang dikenal tegas dan berani itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pukul 10.15 WIB.

Adnan dirawat di rumah sakit sejak pekan lalu. Salah satu anak Adnan, Pia Akbar Nasution, mengatakan bahwa awalnya sang ayah dirawat di rumah sakit karena mengalami sakit pada giginya. Adnan yang sudah menderita gagal ginjal sejak Desember 2014 mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah menjalani pencabutan gigi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Kompas dan pemberitaan Kompas, masa kecil Adnan dihabiskan di Yogyakarta. Ia melanjutkan studi di SMA Negeri 1 Jakarta, lalu mengambil jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung. Baru satu tahun menjalani kuliah di Bandung, Adnan pindah ke Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan Universitas Indonesia di Jakarta.

Adnan dikenal sebagai salah seorang penggerak perjuangan di masa Orde Baru. Ketika peristiwa 15 Januari 1974 terjadi, mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum itu ditangkap dan ditahan selama 22 bulan tanpa diproses berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pada 1987, Adnan dikenai tuduhan contempt of court (penghinaan atas lembaga peradilan) ketika membela kasus subversi HR Dharsono. Kesalahan yang ditimpakan kepadanya terjadi tatkala ia berkacak pinggang dan menginterupsi ucapan hakim. Menteri Kehakiman menjatuhkan sanksi skors padanya selama satu tahun (1987).

Berikut data lengkap almarhum Adnan Buyung Nasution yang dihimpun dari Pusat Informasi Kompas:
Nama lengkap: Adnan Bahrum Nasution
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 20 Juli 1934

Pendidikan:
Umum:
- SD Negeri, Yogyakarta (1947)
- SMP Negeri 1, Yogyakarta (1951)
- SMA Negeri 1, Jakarta (1954)
- Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung (1 tahun)
- Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (UI), Jakarta (1964)
- Doktor, Universitas Utrecht, Belanda
 
Perjalanan karier:
Pekerjaan:
- Pengacara/Advokat
- Advokat/Konsultan Hukum Adnan Buyung & Association (1969)
- Pendiri/Direktur/Ketua Dewan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum/LBH (1970-1980)
- Meninggalkan praktik kepengacaraannya. Selama lima tahun ia menekuni penelitian dan menulis disertasinya di Belanda (1987-1992)
- Memutuskan terjun lagi dalam dunia kepengacaraan, profesi yang digelutinya puluhan tahun (1993)
Pemerintahan:
- Jaksa dan Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Kejaksaan Negeri Istimewa
- Jaksa/Kepala Humas Kejaksaan Agung (1957-1968)
- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (bidang hukum) (2007)
 
Kegiatan lain:
- Anggota International Advisory Council of SIM (Utrecht)
- Pembentuk Komando Aksi Sarjana Indonesia (KASI)
- Anggota Panitia Persiapan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum (P3KPU)
- Koordinator Tim Penasihat Hukum 18 terdakwa anggota Polri dalam kasus penembakan mahasiswa Universitas Trisakti, 12 Mei 1998
- Ketua Cabang Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (1951-1953)
- Anggota Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) (1954-1955)
- Anggota PB Persatuan Jaksa (1960-1966)
- Pendiri & Ketua Gerakan Pelaksana Ampera (1964-1966)
- Anggota Komando Aksi Pengganyangan Gestapu (1965-1966)
- Anggota Internasional Bar Association (1971)
- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) (1977)
- Anggota Pengganti International Commmision of Jurists (ICJ) (1980)
- Anggota Regional Council of Human Rights in Asia (1980)
- Ketua Umum Yayasan LBH Indonesia (1981-1983)
- Anggota International Advisory Council Huridocs (1988-1992)
- Ketua Dewan Pengurus YLBHI (1993-1995)
- Anggota International Commision of Jurist (ICJ) (1996)
- Anggota International Commission of Jurist, dikenal dengan nama Tim Sebelas (1999-1999)
- Wakil Ketua merangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) (1999-2000)
- Ketua Tim Advokasi HAM TNI (1999-2002)
- Ketua Dewan Pembina YLBHI (2002)
- Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) (2004-2009)
 
Keluarga:
- Ria Sabariah Sabaruddin (istri)
- 1. Basya Rinanda (anak)
- 2. Maully Rinanda (anak)
- 3. Rasyid Perkasa Alam Rinanda (anak)
- 4. Pia Ariesta Rinanda (anak)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

Nasional
Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Nasional
Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

Nasional
Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

Nasional
Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

Nasional
3 April: Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Tambah Fasilitas Pemeriksaan

3 April: Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Tambah Fasilitas Pemeriksaan

Nasional
Saling Bantah Pejabat Istana di Tengah Pandemi Corona...

Saling Bantah Pejabat Istana di Tengah Pandemi Corona...

Nasional
Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Nasional
Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Nasional
Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Nasional
Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Nasional
PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

Nasional
Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Nasional
Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X