Kompas.com - 10/09/2015, 19:16 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung tak jadi memeriksa Ricky Elson, Kamis (10/9/2015) ini. Ricky yang merupakan salah satu peneliti proyek pengadaan mobil listrik Kementerian BUMN itu seharusnya diperiksa sebagai saksi dalam perkara korupsi mobil listrik itu.

"Alasannya, karena surat pemberitahuan kita terlambat diterima (Ricky). Tadinya memang dijadwalkan diperiksa hari ini," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Amir Yanto di kantornya, Kamis siang.

Penyidik, lanjut Amir, menjadwalkan ulang pemeriksaan Ricky. Rencananya, Ricky akan diperiksa pekan depan.

Amir menambahkan, Ricky akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka yang ditetapkan sebelumnya, yakni Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama Dasep Ahmadi dan bekas Kepala Bidang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tanggung Jawab Kementerian BUMN Agus Suherman.

Amir mengatakan, keterangan Ricky sangat dibutuhkan dalam perkara ini. Namun, Amir menolak membeberkan materi pertanyaan ke Ricky. "Pokoknya yang berkaitan dengan tugas dia dan proyek itu secara keseluruhan," ujar Amir.

Kasus mobil listrik ini diawali dengan perintah Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN pada April 2013 untuk menjadi sponsor pengadaan 16 mobil listrik. Mobil ini diadakan untuk mendukung kegiatan operasional Konferensi Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali, Oktober 2013.

Tiga BUMN itu adalah PT BRI (Persero) Tbk, PT PGN, dan PT Pertamina (Persero), yang mengucurkan sekitar Rp 32 miliar untuk pengadaan mobil listrik itu kepada PT Sarimas Ahmadi Pratama. Ternyata, mobil listrik yang dipesan tidak dapat digunakan sebagaimana perjanjian. Dalam kasus tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan berstatus sebagai saksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.