Kompolnas Pastikan Anang Iskandar Tak Kalah "Galak" dari Buwas

Kompas.com - 05/09/2015, 14:44 WIB
Komisaris Jenderal Anang Iskandar, saat ditemui di Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKomisaris Jenderal Anang Iskandar, saat ditemui di Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015).
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Muhammad Nasser memastikan kinerja Anang Iskandar saat menempati posisi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri nantinya tidak akan mengecewakan. Ia mengatakan, Anang akan tegas menindak kasus pidana sebagaimana yang dilakukan Komjen Budi Waseso sebelumnya.

"Dia mampu membawa diri dengan baik sehingga upaya pemberantasan kriminal pasti akan dilakukan. Anang tidak akan kalah galak dari Buwas," ujar Nasser dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (5/9/2015).

Nasser mengatakan, kemungkinan ada sedikit perbedaan gaya komunikasi atau cara kerja antara Buwas dan Anang. Namun, Nasser memastikan bahwa Anang bisa tegas menangani perkara tanpa terpengaruh tekanan.

"Perbedaan cara penanganan itu karena style aja. Terkait kegaduhan ini, Pak Anang lebih senang bekerja di bawah air dan berorientasi pada hasil akhir," kata Nasser.

Nasser mengatakan, banyak pemberitaan yang menyatakan kesangsian akan ketegasan Anang. Bahkan, kata dia, beberapa bawahan Buwas mengaku kehilangan sosok yang terkenal tegas dan ceplas-ceplos itu.

"Di Kompolnas terima SMS, telepon, dan e-mail anak buahnya. Bilang 'kami kehilangan figur'. Benar, tapi akan ketemu dengan figur lain, tidak ada perbedaan," kata Nasser.

Kompas TV Anang Iskandar Geser Budi Waseso Sebagai Kabareskrim



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

Nasional
Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Nasional
Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Nasional
Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Nasional
Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Nasional
Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Nasional
Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Nasional
PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Nasional
Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Nasional
UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X