Kompas.com - 04/09/2015, 19:31 WIB
Komisaris Jenderal Anang Iskandar, saat ditemui di Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKomisaris Jenderal Anang Iskandar, saat ditemui di Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Jenderal Anang Iskandar yang baru ditugaskan sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri mengaku mempunyai gaya tersendiri dalam melakukan penegakan hukum. Menurut dia, gaya yang digunakan oleh masing-masing penegak hukum tidak bisa disamaratakan.

"Proses penindakan itu ada rohnya, jadi seperti ini, itu seni. Caranya setiap orang berbeda, gaya pasti berbeda, dan itu baru bisa dilihat dari tugas teknis di lapangan," ujar Anang saat ditemui di Gedung BNN, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015).

Meski demikian, menurut Anang, teori yang wajib dipahami para personel kepolisian adalah, proses penegakan hukum harus dilakukan dengan menjaga ketertiban masyarakat. Menurut Anang, penegakan hukum harus juga memastikan situasi tetap kondusif.

"Gaya itu tidak sama. Yang jelas, kalau kita punya gaya, seperti selama ini, bandar besar tertangkap orang tidak tahu, tiba-tiba sudah tertangkap," kata Anang. 

Anang menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 2012. Ia ditunjuk menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri menggantikan Budi Waseso. Penunjukan ini disampaikan oleh Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.

Sementara itu, Komjen Budi Waseso (Buwas), yang saat ini memimpin Bareskrim Polri, mengisi posisi Kepala BNN yang ditinggalkan Anang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Nasional
Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

Nasional
Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

Menkes: Vaksin Covid-19 Jadi Rebutan Seluruh Negara, Makin Lama Kian Keras

Nasional
Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Nasional
Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

Menkes: Vaksinasi Covid-19 Turun Selama Ramadhan, Jadi 200.000-300.000 Suntikan

Nasional
Pusat Zeni TNI AD Bantu Perbaikan Jembatan Rusak di Bima

Pusat Zeni TNI AD Bantu Perbaikan Jembatan Rusak di Bima

Nasional
Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

Menkes Minta Lansia Jadi Piroritas Vaksinasi Covid-19 Sebulan ke Depan

Nasional
Terjadi Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga di Eropa hingga Asia, Menkes Minta Masyarakat Waspada

Terjadi Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga di Eropa hingga Asia, Menkes Minta Masyarakat Waspada

Nasional
Pemerintah Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Pemerintah Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Nasional
KPK: Masih Ada 4 DPO yang Jadi Kewajiban untuk Dituntaskan

KPK: Masih Ada 4 DPO yang Jadi Kewajiban untuk Dituntaskan

Nasional
Bakamla Peringatkan Kapal Tanker Yunani yang Mondar-mandir di Perairan Maluku

Bakamla Peringatkan Kapal Tanker Yunani yang Mondar-mandir di Perairan Maluku

Nasional
Kemkominfo Targetkan Literasi Digital untuk 1,5 Juta Warga Jawa Timur hingga 2024

Kemkominfo Targetkan Literasi Digital untuk 1,5 Juta Warga Jawa Timur hingga 2024

Nasional
Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X