Urusan "Beking-bekingan" Dinilai Sering Jadi Pemicu Bentrok TNI-Polri

Kompas.com - 02/09/2015, 07:02 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, saat ditemui di Ruang Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKetua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, saat ditemui di Ruang Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2015).
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menilai, akar masalah sering terjadinya bentrok antara personel TNI dan Polri adalah wilayah abu-abu, yaitu aksi beking oleh masing-masing institusi. Oleh karena itu, pimpinan kedua lembaga harus segera menyelesaikannya. (Baca: Jika Bentrok TNI-Polri Terulang, Jokowi Diminta Beri Sanksi Pangdam-Kapolda)

"Ada banyak masalah yang harus diselesaikan oleh pimpinan dua lembaga. Kebanyakan muncul di wilayah abu-abu, seperti beking-bekingan dan ini harus diselesaikan," kata Mahfudz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/9/2015).  

Menurut dia, ada motif ekonomi yang menyebabkan personel TNI-Polri masuk ke wilayah abu-abu tersebut. Komisi I DPR RI sudah sejak lama mengingatkan hal tersebut karena berpotensi menjadi pemicu konflik. (Baca: Menurut Kalla, Kesenjangan Bukan Akar Masalah Bentrok TNI-Polri)

"Kami sudah membuat panitia kerja namun belum ditindaklanjuti. Masalah kesejahteraan prajurit menjadi masalah yang harus diselesaikan," ujar Mahfudz.

Politisi PKS itu menjelaskan, masalah kesenjangan antara personel TNI-Polri sebenarnya sudah bisa diselesaikan karena ada wacana menyatukan personel kedua lembaga saat menjalani pendidikan awal selama enam bulan.

Menurut dia, setelah enam bulan, personel tersebut dipisah, lalu kembali ke institusi masing-masing.

"Lalu, ada rencana latihan bersama antara TNI-Polri, yaitu TNI akan memberikan pendidikan kepada Polri," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mahfudz mengatakan, wacana TNI akan ditarik ke baraknya masing-masing, sulit dilakukan jika banyak personel institusi tersebut masih berada di wilayah abu-abu. Pelibatan TNI dalam pembangunan saat ini sebenarnya sangat besar dan mengisi banyak kekosongan yang tidak bisa dilakukan pemerintah.

"TNI mengisi banyak kekosongan yang tidak bisa dilakukan pemerintah, seperti pelibatan TNI untuk swasembada pangan," kata dia.

Bentrok

Sebelumnya, terjadi bentrokan antara anggota TNI dan Polri di Polewali Mandar yang diduga akibat dipicu kesalahpahaman. Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, sejumlah anggota Kodim 1401/Majene sedang menonton balapan di sirkuit permanen Sport Center Polman. (Baca: Anggota TNI dan Polri Bentrok, 1 Orang Tertembak, 4 Sepeda Motor dan 1 Mobil Polisi Dibakar)

Saat itu, Praka Rusmono (34) yang merupakan Caraka Tuud Dim 1401/Majene menonton balapan dengan kru MMS Racing Team Majene, Umar (27), warga BTN Linomaloga, Kelurahan Talumu, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene. Mereka didatangi beberapa anggota Patmor dan diminta untuk tidak menonton di atas lintasan balapan.

Salah satu rekan Praka Laksmono, anggota MMS Team Racing Majene, terkena tongkat anggota Patmor sehingga hampir terjatuh di parit. Tidak terima dengan hal itu, Praka Laksmono menghampiri anggota Patmor dan menegurnya. Tidak terima anggotanya ditegur, anggota Patmor lainnya datang dan mengeroyok Praka Laksmono.

Perkelahian pun berhasil diredam setelah Kepala Polres Polewali Mandar AKBP Agoeng Adi Koerniawan dan Kepala Seksi Operasi Komando Distrik Militer 1402/Polmas Kapten Martani tiba di lokasi dan mendamaikan kedua belah pihak. (Baca: Kronologi Tertembaknya Anggota TNI di Polewali Mandar)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

Nasional
Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

Nasional
KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

Nasional
KPK Dalami Barang Bukti Terkait Pengusulan Dana Insentif Daerah Tabanan

KPK Dalami Barang Bukti Terkait Pengusulan Dana Insentif Daerah Tabanan

Nasional
Bertolak ke Kalbar, Jokowi Akan Resmikan Bandara dan Kunjungi Korban Banjir Sintang

Bertolak ke Kalbar, Jokowi Akan Resmikan Bandara dan Kunjungi Korban Banjir Sintang

Nasional
Di Lumajang, Jokowi Dengar Cerita Pengungsi Erupsi Semeru hingga Beri Jaket ke Warga

Di Lumajang, Jokowi Dengar Cerita Pengungsi Erupsi Semeru hingga Beri Jaket ke Warga

Nasional
Batalnya PPKM Level 3 Nataru Jadi Alasan PBNU Gelar Muktamar Ke-34 Akhir Tahun

Batalnya PPKM Level 3 Nataru Jadi Alasan PBNU Gelar Muktamar Ke-34 Akhir Tahun

Nasional
Rabu Ini, Munarman Dijadwalkan Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Terorisme

Rabu Ini, Munarman Dijadwalkan Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Terorisme

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Pemerintah Diminta Tidak Lengah

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Pemerintah Diminta Tidak Lengah

Nasional
UPDATE: Laju Penularan Covid-19 di Titik Rendah, Omicron Diduga Sudah Ada di RI

UPDATE: Laju Penularan Covid-19 di Titik Rendah, Omicron Diduga Sudah Ada di RI

Nasional
Perjalanan Karier Novel Baswedan, dari Polri Kembali Lagi ke Polri...

Perjalanan Karier Novel Baswedan, dari Polri Kembali Lagi ke Polri...

Nasional
Saat 44 Eks KPK Terima Tawaran Jadi ASN di Polri...

Saat 44 Eks KPK Terima Tawaran Jadi ASN di Polri...

Nasional
Dibatalkannya PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru 2022

Dibatalkannya PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru 2022

Nasional
PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.