Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Dilantik, Mendagri Minta Atasi Penyelundup

Kompas.com - 21/08/2015, 16:33 WIB
kompas.com/dani prabowo Mendagri Tjahjo Kumolo melantik Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Agung Mulyana sebagai Penjabat Gubernur Kepulauan Riau di Aula Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jumat (21/8/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo secara resmi melantik Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Agung Mulyana sebagai Penjabat Gubernur Kepulauan Riau, Jumat (21/8/2015). Agung menggantikan pasangan Gubernur M Sani dan Wakil Gubernur Soerya Respationo, yang telah habis masa jabatannya pada 19 Agustus 2015.

Proses pelantikan tersebut berlangsung di aula Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jumat sore. Sejumlah pejabat daerah dan anggota DPRD Provinsi Kepulauan tampak hadir untuk menyaksikan proses pelantikan itu.

Tjahjo mengatakan, Provinsi Kepri merupakan provinsi dengan wilayah geografis yang didominasi kepulauan. Salah satu pekerjaan rumah Penjabat Gubernur Kepri adalah menyelesaikan kasus penyelundupan yang sering terjadi.

"Kepri itu banyak jalan tikus yang digunakan penyelundup untuk menyelundupkan pakaian bekas, narkoba, bahkan perdagangan manusia," kata Tjahjo.

Tjahjo meminta kepada Agung selaku kepala daerah sementara untuk segera membangun koordinasi yang baik dengan kepala polda, komandan distrik militer, serta kepala badan intelijen daerah untuk mengurangi hal itu. Tjahjo juga meminta agar Agung meningkatkan komunikasi dengan DPRD Kepri. Hal itu perlu agar setiap keputusan politik yang diambil kepala daerah mendapat persetujuan dari DPRD setempat.

"Khususnya dalam hal pembangunan politik agar tidak terjadi kegaduhan," ujarnya.

Penjabat gubernur akan melaksanakan tugas hingga provinsi tersebut memiliki kepala daerah baru setelah pelaksanaan pilkada. Kepri termasuk dalam sembilan provinsi yang akan menggelar pilkada serentak pada 9 Desember 2015.



EditorLaksono Hari Wiwoho
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X