Kompas.com - 14/08/2015, 17:42 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Teuku Riefky Harsya (kiri) dan sejumlah kader Partai Demokrat di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional IMDI di Jakarta, Jumat (24/4/2015). Kader muda Partai Demokrat yang bergabung dalam IMDI mendukung Yudhoyono menjadi ketua umum periode 2015-2020. KOMPAS/ALIF ICHWANKetua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Teuku Riefky Harsya (kiri) dan sejumlah kader Partai Demokrat di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional IMDI di Jakarta, Jumat (24/4/2015). Kader muda Partai Demokrat yang bergabung dalam IMDI mendukung Yudhoyono menjadi ketua umum periode 2015-2020.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara DPP Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan bahwa Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat ini sedang berada di Pacitan, Jawa Timur. SBY ingin memperingati proklamasi kemerdekaan ke-70 RI di kampung halamannya.

Imelda menjelaskan, SBY berangkat ke Pacitan pada Kamis (13/8/2015), menggunakan kereta. Karena itu, Presiden ke-6 RI tersebut tidak dapat menghadiri rangkaian sidang tahunan MPR, DPR, DPD di Gedung Parlemen.

"Pak SBY saat ini sedang berada di Pacitan untuk merayakan hari kemerdekaan di monumen Jenderal Sudirman di Pakis Baru, Nawangan," kata Imelda melalui pernyataan tertulis, Jumat (14/8/2015).

Imelda mengatakan, SBY memilih memperingati kemerdekaan RI di Pacitan karena tidak pernah memperingati hari kemerdekaan di luar Istana selama 10 tahun menjabat Presiden.

"Nawangan dipilih karena ingin mengenang napak tilas Jenderal Besar Soedirman melakukan gerilya. Bapak ingin merefleksikan kemerdekaan yang dicapai dengan cara yang tidak mudah," ungkapnya.

Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurut Ruhut, SBY saat ini tengah berada di luar negeri untuk menjadi pembicara dalam suatu acara.

Karena itu, SBY tidak hadir dalam sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen. (baca: Jadi Pembicara di Luar Negeri, SBY Tak Hadiri Rangkaian Acara di Parlemen)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada acara di luar negeri sebagai pembicara. Kalau bapak ada di sini, pasti beliau akan datang," kata Ruhut seusai mengikuti sidang tahunan MPR, Jumat pagi.

Ruhut meminta ketidakhadiran SBY ini tidak dibesar-besarkan. Terlebih lagi, sudah hadir perwakilan dari Partai Demokrat. Dia memastikan, meskipun tak menghadiri sidang MPR, SBY tetap menjaga hubungan baik dengan Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Lengkap PPKM Level 1 dan 2 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Aturan Lengkap PPKM Level 1 dan 2 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Nasional
7 Langkah Ini Dilakukan Kemenag untuk Siapkan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 Hijriah

7 Langkah Ini Dilakukan Kemenag untuk Siapkan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 Hijriah

Nasional
Kompolnas Sarankan Warga Digeledah Polisi Tak Sesuai Aturan Lapor lewat Propam Presisi

Kompolnas Sarankan Warga Digeledah Polisi Tak Sesuai Aturan Lapor lewat Propam Presisi

Nasional
Telegram Kapolri Selalu Terbit Setelah Banyak Kasus, Anggota DPR: Kultur Hukum Ketinggalan Kereta

Telegram Kapolri Selalu Terbit Setelah Banyak Kasus, Anggota DPR: Kultur Hukum Ketinggalan Kereta

Nasional
Jika Terbukti Bersalah, Rahel Venya Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Jika Terbukti Bersalah, Rahel Venya Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Nasional
Dukung Nelayan Tradisional, Kementerian KP Janji Bangun Dermaga di Pantai Sine

Dukung Nelayan Tradisional, Kementerian KP Janji Bangun Dermaga di Pantai Sine

Nasional
Kapolri Terbitkan Surat Telegram Baru, Anggota Komisi III: Polisi yang Lakukan Pidana Harus Diproses

Kapolri Terbitkan Surat Telegram Baru, Anggota Komisi III: Polisi yang Lakukan Pidana Harus Diproses

Nasional
Survei SMRC: 64,6 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Covid-19

Survei SMRC: 64,6 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Covid-19

Nasional
Survei SMRC: 68,5 Persen Responden Puas Kinerja Presiden Jokowi

Survei SMRC: 68,5 Persen Responden Puas Kinerja Presiden Jokowi

Nasional
Rachel Vennya Bantah Karantina di Wisma Atlet, Ini Kata Kemenkes

Rachel Vennya Bantah Karantina di Wisma Atlet, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Selesai Jalani Pemeriksaan Psikiatri di RS Polri

Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Selesai Jalani Pemeriksaan Psikiatri di RS Polri

Nasional
Kementerian PPPA Dorong Peningkatan Keterampilan dan Partisipasi Perempuan di Industri Jamu

Kementerian PPPA Dorong Peningkatan Keterampilan dan Partisipasi Perempuan di Industri Jamu

Nasional
Menko PMK: Perluasan Digitalisasi Layanan Kesehatan Harus Menarik Masyarakat Ikut JKN

Menko PMK: Perluasan Digitalisasi Layanan Kesehatan Harus Menarik Masyarakat Ikut JKN

Nasional
Kompolnas: Polisi Tak Boleh Periksa Ponsel Warga Tanpa Surat Perintah

Kompolnas: Polisi Tak Boleh Periksa Ponsel Warga Tanpa Surat Perintah

Nasional
Syarat Cakupan Vaksinasi Covid-19 Berubah, 54 Daerah Turun Status ke PPKM Level 2

Syarat Cakupan Vaksinasi Covid-19 Berubah, 54 Daerah Turun Status ke PPKM Level 2

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.