Kompas.com - 12/08/2015, 16:10 WIB
Politisi PDI Perjuangan Pramono Anung KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPolitisi PDI Perjuangan Pramono Anung
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung akan memperbaiki komunikasi Istana dengan partai politik dan lembaga negara lainnya. Perbaikan pola komunikasi itu merupakan salah satu hal yang diminta Presiden Joko Widodo saat memilih Pramono sebagai pengganti Andi Widjajanto.

"Beliau menginginkan komunikasi di dalam dan luar, dengan lembaga tinggi negara dan juga parpol bisa dilakukan lebih intensif," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Sesuai Perpres Nomor 25 tahun 2015, kata Pramono, Seskab bertugas membantu menangani kesekretariatan Presiden. Ia menilai, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait hal itu.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu melanjutkan, ada beberapa program pemerintah yang tidak begitu dipahami oleh masyarakat. Karena itu, Pramono berusaha mengkomunikasikan kebijakan pemerintah dengan lebih baik kepada masyarakat dan lembaga negara lainnya.

"Persoalan yang berkaitan dengan kabinet itu harus disinkronkan dari segi waktu administrasi kepresidenan dan sesuai keinginan beliau," ujarnya.

Komunikasi antara pemerintah dengan partai politik atau lembaga seperti DPR RI sempat mengalami pasang surut khususnya di awal jalannya pemerintahan Presiden Jokowi.

Kritik dari parlemen kerap muncul untuk menyikapi program pemerintahan Jokowi seperti kenaikan harga BBM, polemik pergantian Kapolri, dan terkait buruknya koordinasi antar-kementerian.

Para politisi PDI-P sempat mengkritik Andi Widjajanto, yang dituduh menjauhkan Jokowi dengan partai pendukungnya. (baca: Politisi PDI-P: Rini dan Andi Jauhkan Jokowi dari Partai, Relawan, dan Rakyat)

Andi sudah membantah disebut sebagai penghalang Jokowi dengan partai politik pendukungnya. Meski berada di ring satu Istana, kata Andi, hal itu tak membuatnya dapat dengan mudah menemui Jokowi. (Baca: Andi Bantah Disebut "Brutus" yang Jauhkan Jokowi dari Parpol Pendukungnya).

Kompas TV Presiden Lantik 6 Menteri Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.