Muhammadiyah: Perlu Ada Penyatuan Kalender Islam

Kompas.com - 08/08/2015, 09:13 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah KOMPAS.com/DANI PRABOWOKetua Umum PP Muhammadiyah
Penulis Dani Prabowo
|
EditorDesy Afrianti
MAKASSAR, KOMPAS.com — Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar menghasilkan sejumlah keputusan penting. Salah satunya ialah terkait penyatuan kalender Islam dalam menentukan perayaan awal puasa dan Lebaran.

"Muhammadiyah memandang perlu untuk adanya upaya penyatuan kalender Hijriah yang berlaku secara internasional sehingga dapat memberikan kepastian dan dapat dijadikan sebagai kalender transaksi," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Jumat (7/8/2015).

Din menjelaskan, berdasarkan Al Quran, umat Islam merupakan umat yang satu (ummah wahidah). Pengalaman bersejarah dan pembentukan bangsalah yang menyebabkan umat Islam terbagi ke dalam beberapa negara.

Tak hanya itu, ia menambahkan, di dalam satu negara pun terkadang umat Islam masih terbagi ke dalam kelompok-kelompok, baik karena perbedaan paham, keagamaan, organisasi maupun budaya.

Perbedaan itulah yang sering kali menyebabkan perbedaan dalam menentukan kalender, terutama saat menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

"Pembagian negara dan perbedaan golongan itu di satu sisi merupakan rahmat, tetapi di sisi lain juga merupakan tantangan untuk mewujudkan kesatuan umat," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan, penyatuan kalender Islam itu memerlukan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update: 84 Orang Meninggal akibat Gempa di Sulawesi Barat

Update: 84 Orang Meninggal akibat Gempa di Sulawesi Barat

Nasional
Polri Periksa 23 Saksi Terkait Dugaan Penipuan PT Jouska

Polri Periksa 23 Saksi Terkait Dugaan Penipuan PT Jouska

Nasional
Pembentukan Herd Immunity Butuh Waktu, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Pembentukan Herd Immunity Butuh Waktu, Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Nasional
Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi 3 Hari

Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi 3 Hari

Nasional
JK: Airlangga Donor Plasma Konvalesen sebagai Rasa Syukur Sembuh Covid-19

JK: Airlangga Donor Plasma Konvalesen sebagai Rasa Syukur Sembuh Covid-19

Nasional
Tito Karnavian Sebut Komjen Listyo Sigit Sosok yang Cerdas

Tito Karnavian Sebut Komjen Listyo Sigit Sosok yang Cerdas

Nasional
Hingga Senin Sore, BMKG Catat 31 Kali Gempa Terjadi di Sulawesi Barat

Hingga Senin Sore, BMKG Catat 31 Kali Gempa Terjadi di Sulawesi Barat

Nasional
Menteri Agama: Sejak 1 November 2020, Sudah 1.090 Jemaah Indonesia Berangkat Umrah

Menteri Agama: Sejak 1 November 2020, Sudah 1.090 Jemaah Indonesia Berangkat Umrah

Nasional
Kemensos Pastikan Kelompok Rentan Korban Gempa Sulbar Ditempatkan Terpisah

Kemensos Pastikan Kelompok Rentan Korban Gempa Sulbar Ditempatkan Terpisah

Nasional
Maret 2021, Kemenristek Akan Berikan Bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma

Maret 2021, Kemenristek Akan Berikan Bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma

Nasional
Sepekan Pemberlakuan PPKM dan Tingginya Penambahan Kasus Covid-19

Sepekan Pemberlakuan PPKM dan Tingginya Penambahan Kasus Covid-19

Nasional
Antisipasi Bencana, Mendagri Ingatkan Pemda Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga

Antisipasi Bencana, Mendagri Ingatkan Pemda Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga

Nasional
Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Nasional
Di DPR, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Komjen Listyo Sigit Mumpuni

Di DPR, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Komjen Listyo Sigit Mumpuni

Nasional
Donasikan Plasma Konvalesen, Kapan Airlangga Hartarto Mengidap Covid-19?

Donasikan Plasma Konvalesen, Kapan Airlangga Hartarto Mengidap Covid-19?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X