Muhammadiyah Bantu Pertemukan Wapres Jusuf Kalla dengan Istrinya

Kompas.com - 08/08/2015, 06:07 WIB
Calon wakil presiden Jusuf Kalla dan istrinya, Mufidah Kalla memberikan salam dua jari sebelum menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 03, Kelurahan Pulo, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014). KOMPAS.com/DIAN MAHARANICalon wakil presiden Jusuf Kalla dan istrinya, Mufidah Kalla memberikan salam dua jari sebelum menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 03, Kelurahan Pulo, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


MAKASSAR, KOMPAS.com
 — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sangat berterima kasih dengan keberadaan Muhammadiyah. Ormas itu disebut memiliki andil besar dalam mempertemukan dia dengan istrinya, Mufidah Jusuf Kalla.

Bagaimana ceritanya?

Di hadapan ribuan muktamirin yang mengikuti penutupan Muktamar ke-47 Muhammadiyah, Kalla mengatakan, sejak dahulu, Muhammadiyah memiliki perhatian tinggi terhadap dunia pendidikan dan kesehatan. Khusus untuk dunia pendidikan, Muhammadiyah bahkan kerap mendatangkan guru-guru hebat yang merupakan kadernya dari suatu daerah untuk mengajar ke daerah lain.

"Bagaimana Muhammadiyah mengirim guru-guru sekolah Islam ke sini, termasuk Buya Hamka. Luar biasa. Kalau sekarang dinas pendidikan pun enggak sanggup kirim guru dari Sumatera ke sini," kata Kalla di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8/2015).

Hal serupa juga dilakukan Muhammadiyah ketika memindahkan mertua Kalla ke Sulawesi Selatan. Saat itu, mertuanya tersebut di-dapuk untuk menjadi kepala sekolah di sebuah sekolah menengah pertama di Sulsel.

"Khususnya saya pribadi lebih spesial lagi karena Muhammadiyah mengirim guru ke sini. Maka, jadilah seorang kepala sekolah SMP Muhammadiyah di sini. Kemudian saya melamar anaknya jadi istri saya," kata Kalla disambut tawa muktamirin.

"Jadi, istilahnya, tanpa Muhammadiyah, nasib saya lain. Mungkin saya masih tinggal di Bone," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Pemerintah Sesumbar Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tak Terbatas dan Faktanya Kini

Saat Pemerintah Sesumbar Kapasitas Fasilitas Kesehatan Tak Terbatas dan Faktanya Kini

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Rakyat dan Pemerintah Harus Kerja Sama Atasi Pandemi

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Rakyat dan Pemerintah Harus Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ambroncius Nababan Jadi Tersangka

Nasional
22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Namanya

22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Namanya

Nasional
Catatan YLBHI, 351 Kasus Pelanggaran Hak dan Kebebasan Sipil Terjadi selama 2020

Catatan YLBHI, 351 Kasus Pelanggaran Hak dan Kebebasan Sipil Terjadi selama 2020

Nasional
Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Nasional
Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Nasional
Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Nasional
Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Nasional
YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

Nasional
Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Nasional
Menkes: Disiplin Protokol Kesehatan dan 3T Harus Kita Lakukan Bersama, Ekstra Keras!

Menkes: Disiplin Protokol Kesehatan dan 3T Harus Kita Lakukan Bersama, Ekstra Keras!

Nasional
Jokowi Klaim Bisa Kendalikan Pandemi, Anggota DPR Pertanyakan Tolak Ukurnya

Jokowi Klaim Bisa Kendalikan Pandemi, Anggota DPR Pertanyakan Tolak Ukurnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X