Din: Pemimpin Muhammadiyah-Aisyiyah Mengulang Era Ahmad Dahlan

Kompas.com - 07/08/2015, 13:38 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah KOMPAS.com/DANI PRABOWOKetua Umum PP Muhammadiyah
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

MAKASSAR, KOMPAS.com – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mengaku tak mempersoalkan pasangan suami-istri, Haedar Nashir-Siti Noordjanah Djohantini yang memimpin PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah periode 2015-2020. Menurut dia, peristiwa ini seakan mengulang kejayaan Muhammadiyah-Aisyiyah di abad pertama.

“Ini mengulangi apa yang terjadi di abad pertama, saat Muhammadiyah dipimpin oleh Kyai Ahmad Dahlan-Nyai Walidah. Sekarang memasuki abad kedua kembali dipimpin pasangan suami-istri,” kata Din saat menyampaikan pidato di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8/2015).

Menurut dia, terpilihnya Haedar-Noordjanah merupakan kehendak muktamirin yang memberikan hak suaranya saat pemilihan berlangsung. Sehingga, jabatan tersebut harus diemban keduanya dengan baik.

Lebih jauh, Din mengingatkan, agar Haedar dapat mempertahankan citra Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang mengedepankan paham Islam berkemajuan. Haedar diharapkan dapat menjadikan Kyai Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhammadiyah sebagai teladan dalam memimpin organisasi massa islam terbesar di Tanah Air ini.

“Pertahankan Muhammadiyah sesuai watak dan citra yang dikembangkan pendirinya. Islam berkemajuan dalam pemahaman saya berlandaskan tauhid,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maret 2021, Kemenristek Akan Berikan Bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma

Maret 2021, Kemenristek Akan Berikan Bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma

Nasional
Sepekan Pemberlakuan PPKM dan Tingginya Penambahan Kasus Covid-19

Sepekan Pemberlakuan PPKM dan Tingginya Penambahan Kasus Covid-19

Nasional
Antisipasi Bencana, Mendagri Ingatkan Pemda Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga

Antisipasi Bencana, Mendagri Ingatkan Pemda Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga

Nasional
Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Nasional
Di DPR, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Komjen Listyo Sigit Mumpuni

Di DPR, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Komjen Listyo Sigit Mumpuni

Nasional
Donasikan Plasma Konvalesen, Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19?

Donasikan Plasma Konvalesen, Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19?

Nasional
Menteri Agama: Penyelenggaraan Haji 2021 Tunggu Pemerintah Arab Saudi

Menteri Agama: Penyelenggaraan Haji 2021 Tunggu Pemerintah Arab Saudi

Nasional
PMI Butuh Lima Kali Lipat Jumlah Donor Plasma Konvalesen

PMI Butuh Lima Kali Lipat Jumlah Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Ada Kekeliruan dalam Surat Panggilan Anak Rhoma Irama

Kuasa Hukum Sebut Ada Kekeliruan dalam Surat Panggilan Anak Rhoma Irama

Nasional
UPDATE 18 Januari: 9.086 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Terbanyak

UPDATE 18 Januari: 9.086 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Terbanyak

Nasional
Megawati: Bencana Sulbar dan Kalsel Bisa Diminimalisasi, tapi Kita Tak Waspada

Megawati: Bencana Sulbar dan Kalsel Bisa Diminimalisasi, tapi Kita Tak Waspada

Nasional
Bima Arya Penuhi Panggilan Bareskrim Terkait Kasus RS Ummi

Bima Arya Penuhi Panggilan Bareskrim Terkait Kasus RS Ummi

Nasional
UPDATE 18 Januari: 47.488 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 18 Januari: 47.488 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Kemendagri Ajak Jajarannya Proaktif Beri Layanan Penggantian Dokumen untuk Warga Terdampak Bencana

Kemendagri Ajak Jajarannya Proaktif Beri Layanan Penggantian Dokumen untuk Warga Terdampak Bencana

Nasional
UPDATE 18 Januari: Ada 144.798 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 Januari: Ada 144.798 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X