Kompas.com - 06/08/2015, 12:27 WIB
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso meminta publik tidak gaduh jika jajarannya menindaklanjuti laporan tersangka korupsi OC Kaligis terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jangan gaduh lagi, ya. Saya berharap di kala saya menangani kasus apa pun, jangan dilibat-libatkan dengan institusi, jangan dilarikan lagi ke KPK-Polri, yakinlah ini murni penegakan hukum," ujar Budi di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Budi mengatakan, pihaknya hanya menerima laporan dari pihak yang dirugikan. Sudah seharusnya pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut. Ia juga meminta jangan ada yang berkomentar sehingga memunculkan persepsi negatif. (Baca: OC Kaligis Laporkan Penyidik KPK ke Bareskrim Polri)

"Janganlah mengundang persepsi negatif sehingga membuat kericuhan. Jangan lalu ada yang melibatkan ini dengan pemahaman yang salah," ujar Budi.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyurati KPK untuk memberitahukan perihal laporan tersebut.

Kaligis melaporkan sejumlah penyidik KPK terkait langkah KPK yang membawanya dari salah satu hotel di Jakarta ke Gedung KPK. Langkah KPK itu terkait penyidikan kasus dugaan suap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Kaligis dijerat sebagai tersangka.

Pimpinan sementara KPK Johan Budi sebelumnya mengatakan, Kaligis dijemput petugas KPK karena kepentingan pemeriksaan yang mendesak. KPK merasa tidak ada yang salah terkait langkah tersebut. (Baca: KPK Jemput OC Kaligis karena Keperluan Mendesak untuk Diperiksa)

KPK menetapkan Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada hakim PTUN Medan. Dalam kasus ini, KPK telah terlebih dulu menjerat anak buah Kaligis, M Yagari Bhastara alias Gerry, sebagai tersangka.

Gerry merupakan pengacara yang mewakili Ahmad Fuad Lubis, pegawai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang menggugat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Gugatan itu berkaitan dengan surat perintah penyelidikan Kejati Sumut atas dugaan penyalahgunaan wewenang, berkaitan dengan dugaan korupsi bantuan sosial di Pemprov Sumut.

Gerry diduga menyuap tiga hakim PTUN Medan, yaitu Tripeni Irinto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting, serta seorang panitera, Syamsir Yusfan, agar gugatannya menang. KPK menduga, Kaligis terlibat dalam penyuapan ini. Gerry beserta tiga hakim dan satu panitera tersebut telah ditahan. (Baca: Pengacara: KPK Coba Jatuhkan Mental OC Kaligis)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.