Pemerintah Nilai Ada Faktor Kesengajaan di Kebakaran Hutan di Riau

Kompas.com - 31/07/2015, 14:32 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN / DANY PERMANAMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengungkapkan pemerintah kini masih menyelidiki adanya tindak pidana pembakaran hutan. Kebakaran hutan yang terjadi di Riau diduga karena ulah orang tak bertanggung jawab.

"Di Riau indikasinya ada. Saya lagi jagain banget. Saya lagi lihatin, contohnya kami ambil deh kalau perlu kita tindak," kata Siti di Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2015).

Siti mengungkapkan indikasi pembakaran di wilayah lain juga ditemukan di Kalimantan Barat. Aksi pembakaran itu bahkan sudah terendus aparat kepolisian yang langsung memeriksa pelakunya. Menurut Siti, aksi pembakaran di musim kemarau ini dilakukan karena pelaku ingin mengolah lahan dengan cara murah dan mudah.

Mereka mengejar target untuk bisa menanami lahan itu di musim hujan. Pemerintah pusat meminta agar pemerintah daerah bisa lebih aktif dalam melakukan kontrol wilayah hujannya agar tidak terjadi kebakaran.

Saat ini, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sedang menyusun data terbaru soal kasus-kasus pembakaran hutan. "Kami punya dirjen baru, dirjen penegakan hukum. Saya lagi minta Pak Dirjen untuk kontrol selama satu bulan ini supaya kita tahu persis anatominya seperti apa. Lalu sisa-sisa kasusnya kan masih banyak, ada belasan," imbuh Siti.

Lebih lanjut, Siti menjelaskan titik api (hot spot) yang terjadi seluruh wilayah Indonesia bersifat fluktuatif. Namun, hingga Kamis (30/7/2015) lalu, pemerintah mencatat ada 83 titik api. Tak hanya daerah yang yang kerap mengalami kebakaran hutan, tahun ini muncul daerah-daerah baru seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka dan Belitung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Meski demikian, Siti menyebut kebakaran hutan yang terjadi masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. "Sekarang hot spot masih sekitar 40 persen, paling tinggi 48 persen, lebih rendah dibandingkan tahun lalu," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Nasional
Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

Nasional
Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

Nasional
Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

Nasional
Luhut: Vaksinasi Dosis Dua RI Tertinggal Dibanding Singapura-Malaysia

Luhut: Vaksinasi Dosis Dua RI Tertinggal Dibanding Singapura-Malaysia

Nasional
Azis Bantah Sejumlah Kesaksian, Hakim: Berarti Ada yang Bohong

Azis Bantah Sejumlah Kesaksian, Hakim: Berarti Ada yang Bohong

Nasional
Dua Kabupaten Luar Jawa-Bali Berkategori Level 4, Ada Kenaikan Kasus Kematian

Dua Kabupaten Luar Jawa-Bali Berkategori Level 4, Ada Kenaikan Kasus Kematian

Nasional
Wapres Ma’ruf Amin Sebut Fikih Bantu Atasi Dampak Covid-19

Wapres Ma’ruf Amin Sebut Fikih Bantu Atasi Dampak Covid-19

Nasional
Mobilitas Warga di Jawa-Bali Meningkat, Luhut: Jika Tak Patuh Prokes Tingkatkan Risiko

Mobilitas Warga di Jawa-Bali Meningkat, Luhut: Jika Tak Patuh Prokes Tingkatkan Risiko

Nasional
UPDATE: Ada 460 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jakarta

UPDATE: Ada 460 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jakarta

Nasional
Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas?

Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas?

Nasional
Kerja Sama Indonesia-China Berjalan Baik, Gus Muhaimin Berikan Apresiasi

Kerja Sama Indonesia-China Berjalan Baik, Gus Muhaimin Berikan Apresiasi

Nasional
'Database' Pengaduan Diduga Dicuri, KPAI Lapor Bareskrim Polri

"Database" Pengaduan Diduga Dicuri, KPAI Lapor Bareskrim Polri

Nasional
Luhut Sebut Presiden Minta Perketat Pengawasan Prokes di Tempat Umum yang Mulai Melemah

Luhut Sebut Presiden Minta Perketat Pengawasan Prokes di Tempat Umum yang Mulai Melemah

Nasional
Waspadai Varian Corona AY.4.2, Menkes: Belum Ada di Indonesia, tapi sudah Merebak di Inggris

Waspadai Varian Corona AY.4.2, Menkes: Belum Ada di Indonesia, tapi sudah Merebak di Inggris

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.