Irjen Yotje Mende Diganti Supaya Fokus Ikuti Seleksi Calon Pimpinan KPK

Kompas.com - 30/07/2015, 18:21 WIB
Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende alfian kartonoKapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso memastikan bahwa pemberhentian Irjen Yotje Mende dari jabatan Kepala Polda Papua tidak terkait insiden di Tolikara.

"Enggaklah, bukan karena Tolikara kok," ujar Budi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Ada dua pertimbangan mengapa Yotje digeser dari jabatannya. Pertama, Yotje merupakan perwira Polri angkatan 1982. Artinya, pada pertengahan tahun ini dia memasuki masa pensiun.

Kedua, saat ini Yotje juga tengah menghadapi kesibukan sebagai calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pimpinan Polri, sebut Buwas, ingin agar Yotje fokus kepada persiapan menjadi komisioner.

"Ya itu demi persiapan beliau, kan kini menjadi calon pimpinan KPK. Supaya fokus," ujar Buwas.

Kapolri menerbitkan Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/195/VII/2015, tertanggal 30 Juli 2015. Dalam TR itu, Kepala Polda Papua Irjen Yotje Mende dimutasi menjadi Perwira Tinggi Pelayanan Markas Mabes Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Yotje lantas diisi oleh Brigjen Paulus Waterpaw. Sebelumnya, Paulus menjabat sebagai Kepala Polda Papua Barat. Jabatan yang ditinggalkan Paulus pun diisi oleh Brigjen Royke Lumowa. Jabatan Royke sebelumnya adalah salah satu Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Daerah Konflik dan Kontigensi di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X