Alasan Gubernur Bengkulu Tak Penuhi Panggilan Bareskrim

Kompas.com - 27/07/2015, 17:48 WIB
|
EditorBayu Galih

BENGKULU, KOMPAS.com - Kuasa hukum Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, Muspani, mengungkapkan kliennya tak memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri hari ini, Senin (27/7/2015). Tak datangnya Junaidi, kata dia, dikarenakan urusan pemerintahan terkait tugasnya selaku seorang gubernur.

"Benar, klien saya belum penuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri karena kesibukannya selaku kepala daerah. Nanti tentunya ia akan datang pada pemanggilan berikutnya," kata Muspani saat dihubungi melalui telepon.

Sementara itu, diketahui Junaidi Hamsyah tak berada di Bengkulu saat ini. Pelaksana Tugas Sekda, Sumardi menjelaskan, saat ini gubernur sedang berada di Jakarta terkait urusan tugasnya selaku kepala daerah.

Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, Senin (27/7/2015) pagi.

Junaidi menjadi tersangka atas dugaan korupsi pembayaran honor Tim Pembina RSUD M Junus, Bengkulu sebesar Rp 5,6 miliar pada 2011.

Perkara ini muncul saat diterbitkannya SK Gubernur Nomor Z. 17 XXXVIII Tahun 2011 tentang Tim Pembina Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr M Yunus (RSMY). Akibat SK itu, negara diperkirakan merugi sebesar Rp 5,4 miliar.

SK itu dinilai bertentangan dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 mengenai Dewan Pengawas. Berdasarkan Permendagri tersebut, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak mengenal tim pembina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.