Penghargaan WAN-IFRA untuk Harian "Kompas"

Kompas.com - 21/07/2015, 23:20 WIB
Pembaca membuka halaman rubrik Kompas Muda edisi 10 Maret 2015 di Jakarta, Senin (20/7). Harian Kompas mendapatkan penghargaan World Young Reader News Publisher of The Year dari World Association of Newspaper and News Publisher (WAN-IFRA). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPembaca membuka halaman rubrik Kompas Muda edisi 10 Maret 2015 di Jakarta, Senin (20/7). Harian Kompas mendapatkan penghargaan World Young Reader News Publisher of The Year dari World Association of Newspaper and News Publisher (WAN-IFRA).
EditorHeru Margianto


JAKARTA, KOMPAS.com
— Harian Kompas mendapat penghargaan World Young Reader News Publisher of The Year dari World Association of Newspaper and News Publishers (WAN-IFRA). Kompas dinilai tak hanya berhasil mempromosikan produk jurnalistik di antara kaum muda, tetapi juga mengajari mereka lebih aktif sebagai bagian dari masyarakat demokratis.

WAN-IFRA merupakan representasi lebih dari 18.000 penerbitan, 15.000 situs daring, dan sekitar 3.000 perusahaan di lebih dari 120 negara.

"Pendekatan multimedia yang diambil Kompas menjangkau pembaca muda dan membantu mereka lebih aktif. Lewat uji coba ekstensif dengan media sosial, Kompas menyediakan platform sehingga suara anak muda bisa didengar, mengajari mereka tentang jurnalistik profesional dengan cara menyenangkan," ujar Aralynn McMane, Executive Director for Youth Engagement WAN-IFRA dalam siaran persnya di Paris, Perancis, Senin (20/7/2015).

Kompas membuka kesempatan bagi kaum muda ikut dalam penjelajahan Tambora dengan mengirimkan video dan foto lewat tanda pagar #TamboraChallenge dalam rangka peringatan 200 tahun letusan Gunung Tambora.

WAN-IFRA juga memberi perhatian bagi program Magangers, yang telah tujuh kali digelar Desk Kompas Muda. Program lain yang diperhatikan WAN-IFRA ialah pelibatan pembaca muda dalam pergelaran Java Jazz Festival untuk meliput dan membuat laporan.

"Dengan penghargaan ini, inovasi Kompas diapresiasi. Perjuangan menciptakan pembaca muda harus terus dikawal dengan berbagai percobaan dan penelitian," ujar Ign Haryanto, Peneliti Senior di Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP), memberi tanggapan.

Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan, penghargaan itu memacu Kompas untuk terus bekerja keras dan berinovasi lewat berbagai platform untuk menghadirkan jurnalisme Kompas yang membawa manfaat bagi bangsa. "Kompas akan terus melibatkan anak muda dalam aktivitas jurnalistiknya," ujarnya. (HEI/INU)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Juli 2015, di halaman 12 dengan judul "Penghargaan WAN-IFRA untuk Harian "Kompas"".

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Pelacakan Warga yang Terpapar Covid-19 Gunakan Teknologi

Jokowi Minta Pelacakan Warga yang Terpapar Covid-19 Gunakan Teknologi

Nasional
Polri: Angka Kejahatan di Indonesia Naik 16,16 Persen

Polri: Angka Kejahatan di Indonesia Naik 16,16 Persen

Nasional
Distribusi Bansos PKH Tak Tepat Sasaran, Mensos Siapkan Aturan Baru

Distribusi Bansos PKH Tak Tepat Sasaran, Mensos Siapkan Aturan Baru

Nasional
Pejabat KPU Dijadwalkan Bersaksi dalam Sidang Wahyu Setiawan

Pejabat KPU Dijadwalkan Bersaksi dalam Sidang Wahyu Setiawan

Nasional
Pimpin Rapat, Jokowi Singgung Pengelolaan Data Covid-19 yang Belum Terpusat

Pimpin Rapat, Jokowi Singgung Pengelolaan Data Covid-19 yang Belum Terpusat

Nasional
Adaptasi 'New Normal' Akan Buat Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19

Adaptasi "New Normal" Akan Buat Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19

Nasional
Strategi Pemerintah Atasi Dampak Pelemahan Ekonomi akibat Pandemi

Strategi Pemerintah Atasi Dampak Pelemahan Ekonomi akibat Pandemi

Nasional
Menristek Sebut Indonesia Perlu Vaksin Covid-19 Khusus, Mengapa?

Menristek Sebut Indonesia Perlu Vaksin Covid-19 Khusus, Mengapa?

Nasional
New Normal, Orangtua Diminta Ingatkan Anak Terapkan Protokol Kesehatan

New Normal, Orangtua Diminta Ingatkan Anak Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
IAKMI Sarankan Pemerintah Lakukan Stategi Ini untuk Lawan Covid-19

IAKMI Sarankan Pemerintah Lakukan Stategi Ini untuk Lawan Covid-19

Nasional
Jokowi Sebut Penularan Covid-19 di Tiga Provinsi Ini Masih Tinggi

Jokowi Sebut Penularan Covid-19 di Tiga Provinsi Ini Masih Tinggi

Nasional
Jokowi Naikkan Target Tes Covid-19 Jadi 20.000 Spesimen per Hari

Jokowi Naikkan Target Tes Covid-19 Jadi 20.000 Spesimen per Hari

Nasional
Gelar Pilkada Saat Pandemi, KPU Berencana Kurangi Kapasitas TPS Jadi 500 Pemilih

Gelar Pilkada Saat Pandemi, KPU Berencana Kurangi Kapasitas TPS Jadi 500 Pemilih

Nasional
Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Aturan Khusus Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi

Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Aturan Khusus Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi

Nasional
Terdakwa Kasus Jiwasraya Disebut Gunakan Nama Samaran, Kecuali Benny Tjokro

Terdakwa Kasus Jiwasraya Disebut Gunakan Nama Samaran, Kecuali Benny Tjokro

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X