Jaksa Agung Klaim Sebagian Besar Korban HAM Setuju Rekonsiliasi

Kompas.com - 03/07/2015, 17:21 WIB
Jaksa Agung HM Prasetyo saat memberikan keterangan di Ruang Sasana Baharuddin Lopa Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (17/6/2015). kompas.com/dani prabowoJaksa Agung HM Prasetyo saat memberikan keterangan di Ruang Sasana Baharuddin Lopa Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (17/6/2015).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan bahwa kasus pelanggaran berat hak asasi manusia diselesaikan melalui rekonsiliasi, bukan melalui jalur yustisi. Ia mengklaim bahwa sebagian besar korban pelanggaran HAM menyetujui hal itu.

"Saya melihat sebagian besar menyatakan telah setuju (rekonsiliasi)," ujar Prasetyo di kantornya, Jumat (3/7/2015).

Prasetyo tidak menjelaskan dengan rinci siapa korban pelanggaran berat HAM yang menyetujui langkah rekonsiliasi itu.

Komite Kebenaran Penyelesaian Masalah HAM Masa Lalu akan berkomunikasi lagi dengan korban atau keluarganya yang masih belum menerima penyelesaian melalui rekonsiliasi. Tim akan menjelaskan selengkapnya soal apa itu rekonsiliasi.

"Nanti seiring berjalannya waktu, melakukan pendekatan dan penjelasan. Kita berharap semua paham dan sepakat kenapa perkara pelanggaran berat HAM harus dituntaskan," ujar Prasetyo.

Komite tersebut beranggotakan 15 orang. Jumlah ini bisa bertambah sesuai atas kebutuhan. Mereka berasal dari Kejaksaan Agung, Komnas HAM, TNI, dan Polri. Komite itu akan diperkuat dengan penerbitan peraturan presiden. "Secepatnya mereka akan bekerja. Kemarin kan baru selesai rapat. Jadi, tunggu saja," ujar Prasetyo.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X