Ada Seruan Jihad ISIS, JK Minta Aturan Pemberantasan Terorisme Diperketat

Kompas.com - 30/06/2015, 20:14 WIB
Wakil presiden terpilih 2014-2019, Jusuf Kalla, menjawab pertanyaan wartawan usai berbicara pada acara rembuk nasional kebijakan tata kelola migas untuk kesejahteraan rakyat di Jakarta Selatan, Senin (8/9/2014).  TRIBUNNEWS/HERUDIN TRIBUNNEWS/HERUDIN Wakil presiden terpilih 2014-2019, Jusuf Kalla, menjawab pertanyaan wartawan usai berbicara pada acara rembuk nasional kebijakan tata kelola migas untuk kesejahteraan rakyat di Jakarta Selatan, Senin (8/9/2014). TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta aturan terkait pemberantasan tindak pidana terorisme diperketat. Menurut Kalla, Kepolisian bisa melakukan tindakan hukum meskipun sasarannya masih berstatus terduga teroris.

"Jadi tentu kita harus memperketat. Karena, kalau (kita) tidak memperketat, semua bisa lari ke Indonesia. Jadi yang dimaksud teroris itu kalau sudah terduga sudah bisa diambil tindakan karena itu seluruh dunia perlu melakukan itu," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Terkait masalah ini, Kalla mengaku telah membicarakannya dengan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti. Menurut Kalla, keberadaan aksi terorisme tidak bisa dihindari. Aksi terorisme bisa terjadi kapan pun dan di mana pun.

"Ya sejak dulu, teroris, ya memang ada, pemerintah di manapun memperketat aturannya. Jadi kalau di Asia, Malaysia dan Singapura sudah memperketat masalah itu, (kita) perketat," kata Kalla.


Sebelumnya, beredar fatwa di dunia maya yang berisi ajakan bagi para pengikut Negara Islam Irak Suriah (ISIS) untuk berjihad di bulan Ramadan. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengaku akan menjaga ketat keamanan Jakarta dari aksi terorisme. Tito melihat ada hubungan erat antara penyerangan yang terjadi di Perancis, Tunisia dan Kuwait dengan seruan kelompok ISIS untuk melakukan jihad.

"Kita lihat bahwa ada keterkaitan erat antara imbauan melakukan jihad di bulan Ramadhan sehingga terjadi peristiwa berturut-turut di Perancis, Tunisia dan Kuwait," kata Tito.

Jika dilihat, Tito mengatakan ISIS ini berasal dari kelompok tertentu. Di Indonesia, Tito menyebutkan ada kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X