Yusril: Mobil Listrik Pernah Dibahas dalam Rapat Kabinet

Kompas.com - 17/06/2015, 16:23 WIB
Mobil listrik Tucuxi milik Menteri BUMN Dahlan Iskan mulai melaju seusai menjalani ritual tolak bala di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/1/2013). Mobil listrik ini dikemudikan langsung oleh Dahlan Iskan untuk uji kendara 1.000 kilometer dengan tahap awal menempuh rute Solo-Magetan.

KOMPAS/SRI REJEKIMobil listrik Tucuxi milik Menteri BUMN Dahlan Iskan mulai melaju seusai menjalani ritual tolak bala di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/1/2013). Mobil listrik ini dikemudikan langsung oleh Dahlan Iskan untuk uji kendara 1.000 kilometer dengan tahap awal menempuh rute Solo-Magetan.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Kuasa hukum mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, proyek pengadaan mobil listrik sebelumnya pernah dibahas di dalam rapat Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Saat itu, pemerintah memang berencana mengembangkan mobil listrik sebagai alternatif penggunaan mobil berbahan bakar minyak.

"Gagasan mobil listrik itu dibahas dalam rapat kabinet dan beberapa kali diucapkan dalam pidato Presiden, bahwa kita berencana mengembangkan mobil listrik," kata Yusril di sela-sela pemeriksaan Dahlan di Kejaksaan Agung, Rabu (17/6/2015).

Dahlan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 16 mobil listrik senilai Rp 32 miliar di tiga BUMN. Dalam kasus ini, Kejagung telah memeriksa sekitar 18 saksi dan menetapkan dua tersangka, yaitu mantan petinggi Kementerian BUMN sekaligus Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia, AS, dan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, DA.

Yusril menambahkan, menjelang pelaksanaan KTT APEC 2013 pembahasan proyek pengembangan mobil listrik semakin meningkat. Pemerintah saat itu berharap agar mobil listrik dalam negeri dapat dipromosikan selama KTT berlangsung.

"Itu juga dibicarakan berkali-kali dalam rapat kabinet kalau sekiranya kegiatan APEC itu dijadikan kegiatan promosi untuk mengembangkan mobil listrik yang dibuat Indonesia," ujarnya.

Ia melanjutkan, sebagai menteri yang ditugaskan untuk menyiapkan mobil listrik, Dahlan berupaya agar bagaimana tugas itu segera terealisasi. Pasalnya, proyek pengadaan itu belum dianggarkan di dalam penyusunan APBN sebelumnya.

Dari hasil rapat dengan staf Kementerian BUMN, ia menambahkan, kemudian dicarikan jalan keluar untuk menghimpun dana pengadaan mobil listrik yang dianggap tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Menurut Yusril, sampai di sana lah peran Dahlan dalam proyek itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Cara itu dengan mengajak BUMN untuk menggunakan biaya promosi sebagai BUMN itu. Jadi dengan biaya sponsorship itu lah bisa dihimpun untuk membiayai mobil listrik," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

Nasional
Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Nasional
Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Nasional
Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Nasional
Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Nasional
Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Nasional
'Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara'

"Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara"

Nasional
Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Nasional
Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Nasional
Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Nasional
Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Nasional
Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Nasional
Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.