Kompas.com - 14/06/2015, 16:21 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Kompas.com/SABRINA ASRILKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj mengusulkan kepada pemerintah agar setiap 22 Oktober diperingati sebagai hari santri. Tanggal tersebut merupakan tanggal tonggak sejarah perjuangan ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Sebagai puncak perlawanan terhadap kolonialisme, diserukan revolusi jihad oleh KH Hasyim Ashari pada 22 Oktober 1945. Kami ingin agar pemerintah menetapkan hari santri nasional 22 Oktober," kata Said saat pembukaan Munas Alim Ulama NU dan Istigotsah Menyambut Ramadhan 1436 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (14/6/2015).

Said menuturkan, NU turut berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya peperangan yang dilakukan para ulama dan santri yang memicu perjuangan rakyat Surabaya pada 10 November 1945. Pemerintah telah menetapkan perjuangan rakyat Surabaya itu sebagai Hari Pahlawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.