Bara JP Terpaksa Hanya Utus 828 Relawan ke Pernikahan Putra Sulung Jokowi

Kompas.com - 08/06/2015, 15:06 WIB
Bakal Calon Presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo, berfoto bersama tim relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), di Posko Bara JP di Daerah Cipinag Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014) malam. FATHUR ROCHMANBakal Calon Presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo, berfoto bersama tim relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), di Posko Bara JP di Daerah Cipinag Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014) malam.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Kelompok relawan Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) terpaksa hanya mengutus 828 relawan untuk menghadiri acara pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selvi Ananda. Padahal, jumlah relawan yang berminat hadir jauh lebih banyak dari jumlah itu.

Sekretaris Jenderal Bara JP Solo Utje Gustaaf Patty mengatakan bahwa jumlah 828 relawan itu hanya 20 persen dari jumlah relawan yang berminat hadir. Utje menyebut jumlah relawan yang berminat hadir mencapai 4.000 orang.

"Jujur kami kewalahan membatasi anggota yang mau berangkat. Peminatnya mencapai lebih dari 4.000 orang. Akhirnya, terpaksa kami sortir menjadi hanya 828 orang saja," ujar Utje melalui siaran persnya yang diterima oleh Kompas.com, Senin (8/6/2015).

"Sebetulnya, kami ingin acara ini menjadi pesta rakyat yang tidak dibatasi. Toh semua peserta bayar pengongkosannya masing-masing. Tapi, karena panitianya membatasi, tentu kami harus ikut," ujar Utje.

Utje mengatakan, relawan Bara JP itu berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 158 relawan berangkat menggunakan kereta api. Sisanya menumpang bus antarkota antarprovinsi, mobil pribadi, dan pesawat.

"Rata-rata mereka berangkat dari kota masing-masing, Selasa 9 Juni 2015. Semua relawan itu akan menginap di Asrama Haji Boyolali," ujar Utje.

Hadiah lukisan

Demi menjaga keamanan dan ketertiban selama acara pernikahan Gibran-Selvi, lanjut Utje, mereka diberikan tanda pengenal Bara JP. Bara JP telah mempersiapkan hadiah untuk Gibran-Selvi. Relawan akan memberikan sebuah lukisan bergambar wajah Gibran dan Selvi serta Jokowi dan Iriana.

Lukisan tersebut adalah karya relawan Bara JP di Amerika Serikat, Claudia. Uniknya, lukisan tersebut menggunakan white on white (putih di atas putih). Teknik lukisan ini dipopulerkan oleh pelukis asal Perancis, Henri Emile-Benoit Matisse, (1869-1954).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Kita Harus Kurangi Laju Penularan

Nasional
Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Covid-19 di Indonesia Lewati 1 Juta Kasus, Menkes Janjikan 3T Ekstra Keras

Nasional
Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Sudah Keluarkan Akta Kematian, Kemendagri Bakal Terbitkan Dokumen Lain Bagi Keluarga Korban Sriwijaya SJ 182

Nasional
Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Mendagri Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Pandemi Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Kasus Covid-19 Lewati 1 Juta, Menkes: Ada Duka yang Mendalam dari Pemerintah

Nasional
YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

YLBHI: Polisi Terlibat di 80 Persen Pelanggaran Prinsip Fair Trial Tahun 2020

Nasional
Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Menkes Akui Penerapan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Sangat Susah

Nasional
Menkes: Disiplin Protokol Kesehatan dan 3T Harus Kita Lakukan Bersama, Ekstra Keras!

Menkes: Disiplin Protokol Kesehatan dan 3T Harus Kita Lakukan Bersama, Ekstra Keras!

Nasional
Jokowi Klaim Bisa Kendalikan Pandemi, Anggota DPR Pertanyakan Tolak Ukurnya

Jokowi Klaim Bisa Kendalikan Pandemi, Anggota DPR Pertanyakan Tolak Ukurnya

Nasional
Terima Donasi Gawai, Muhadjir: Pandemi Buat Guru dan Murid Harus Beradaptasi

Terima Donasi Gawai, Muhadjir: Pandemi Buat Guru dan Murid Harus Beradaptasi

Nasional
Penjelasan MK Soal Tak Sepenuhnya Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020 Digelar Secara Daring

Penjelasan MK Soal Tak Sepenuhnya Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020 Digelar Secara Daring

Nasional
Kemendagri Terbitkan 53 Akta Kematian Korban Jatuh Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Kemendagri Terbitkan 53 Akta Kematian Korban Jatuh Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Nasional
 Jaksa Agung Sebut Kondisi Politik Luar Negeri Turut Pengaruhi Pelaksanaan Eksekusi Hukuman Mati

Jaksa Agung Sebut Kondisi Politik Luar Negeri Turut Pengaruhi Pelaksanaan Eksekusi Hukuman Mati

Nasional
YLBHI: Kasus Pelanggaran 'Fair Trial' Turun di 2020, tapi Korban Meningkat

YLBHI: Kasus Pelanggaran "Fair Trial" Turun di 2020, tapi Korban Meningkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X