Rudi Rubiandini Sempat Ingin Konsultasi ke Abraham Samad Sebelum Ditangkap KPK

Kompas.com - 04/06/2015, 20:56 WIB
Mantan Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini (menggunakan rompi tahanan) usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (29/1/2014). Rudi tertangkap tangan KPK saat menerima suap dari perusahaan asing terkait pengurusan tender proyek di SKK Migas. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) DANY PERMANAMantan Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini (menggunakan rompi tahanan) usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (29/1/2014). Rudi tertangkap tangan KPK saat menerima suap dari perusahaan asing terkait pengurusan tender proyek di SKK Migas. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan, ia pernah bertemu dengan Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad saat sebelum ditangkap oleh KPK. Ia mengatakan, dalam pertemuan itu ia berkonsultasi mengenai pembenahan di SKK Migas.

"Bertemu Abraham Samad, saya ngobrol informal dan mengatakan ingin bertemu di kantor untuk menyampaikan beberapa hal supaya saya bisa melangkah seperti apa menghadapi situasi yang berat itu," ujar Rudi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Rudi mengatakan, pada 10 Mei 2013 ia mengirim surat ke KPK perihal keinginannya berkonsultasi dengan Abraham. Namun, surat tersebut tak kunjung berbalas dan pertemuan itu tidak pernah terjadi. Kemudian, pada 13 Agustus 2013, Rudi ditangkap tangan oleh KPK.

"Setelah diputus tujuh tahun, innalillahi saya terima. Biar saya ikhlas dengan apa yang terjadi," kata Rudi.

Dalam kesaksiannya sebelumnya, Rudi Rubiandini mengaku kerap diberikan uang dari koleganya melalui pelatih golfnya, Deviardi. Atas hal itu, Rudi mengaku sempat ingin berkonsultasi dengan Abraham Samad. Namun, hal ini gagal terlaksana karena dirinya keburu tertangkap tangan oleh KPK.

"Saya kirim surat ke Abraham Samad karena masalah ini saya ingin bertemu. Saya gundah. Namun, itu (bertemu Abraham) belum terjadi," kata Rudi.

Sementara itu, penasihat hukum mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana, Eggi Sudjana mengatakan, Abraham Samad harus dijadikan saksi dalam perkara ini. Menurut dia, Abraham harus mengungkapkan alasan KPK menetapkan Sutan sebagai tersangka. Eggi pun mempermasalahkan pertemuan Rudi dengan Abraham itu.

"Dalam ilmu hukum, AS melakukan kekeliruan yang luar biasa. Artinya komisioner tak boleh ketemu dengan pejabat negara yang seperti itu, apalagi sudah dalam konteks suspect," kata Eggi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

Kepala PPATK: Aneh Kalau FPI Bubar, Uangnya Tetap Jalan dan Beredar

Nasional
Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Nasional
BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Nasional
Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Nasional
Hari ke-9, Tim DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182

Hari ke-9, Tim DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182

Nasional
PMI Kirim 10 Unit Truk Tangki Air Bersih untuk Korban Gempa Sulbar

PMI Kirim 10 Unit Truk Tangki Air Bersih untuk Korban Gempa Sulbar

Nasional
Listyo Sigit, Calon Tunggal Kapolri dan Peta Dukungan di Parlemen

Listyo Sigit, Calon Tunggal Kapolri dan Peta Dukungan di Parlemen

Nasional
BNPB: Banjir dan Longsor di Manado, 500 Jiwa Mengungsi, 5 Orang Tewas

BNPB: Banjir dan Longsor di Manado, 500 Jiwa Mengungsi, 5 Orang Tewas

Nasional
UPDATE Data BNPB: Korban Meninggal Longsor Sumedang 28 Orang

UPDATE Data BNPB: Korban Meninggal Longsor Sumedang 28 Orang

Nasional
UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Periksa Dirut RS Ummi, Polisi: Awalnya Dikatakan Sakit, Ternyata Sehat

Periksa Dirut RS Ummi, Polisi: Awalnya Dikatakan Sakit, Ternyata Sehat

Nasional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Nasional
Listyo Sigit Minta Wejangan ke Sejumlah Mantan Kapolri

Listyo Sigit Minta Wejangan ke Sejumlah Mantan Kapolri

Nasional
BNPB: Jumlah Korban Meninggal Gempa Majene 56 Orang

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Gempa Majene 56 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X