Jokowi Hentikan Transmigrasi ke Papua

Kompas.com - 04/06/2015, 18:47 WIB
AFP PHOTO / ROMEO GACAD Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada narapidana politik Jefrai Murib, Kimanus Wenda, Apotnalogolik Lokobal, Numbungga Telenggen, Linus Hiluka (kiri ke kanan) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Abepura di Jayapura, Papua, 9 Mei 2015.


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menghentikan program transmigrasi ke Papua. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecemburuan sosial yang semakin terjadi dan mulai memberdayakan masyarakat setempat.

"Pemerintah akan stop transmigrasi ke Papua karena sudah terlalu banyak sehingga menimbulkan kecemburuan sosial," ujar Presiden Joko Widodo sebagaimana disampaikan anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, di Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2015).

Teten menyampaikan, hal itu sebagai respons Presiden Joko Widodo dalam diskusi dengan sejumlah tokoh senior yang tergabung dalam Kelompok Punakawan siang tadi. Meski demikian, kata Teten, Presiden Jokowi belum akan menerbitkan peraturan mengenai hal itu.

"Beliau tadi bilang sudah minta ke Gubernur Papua agar dihentikan dulu transmigrasi ke Papua," ujar Teten.

Pengamat politik dan pertahanan, Salim Said, menyambut baik wacana kebijakan tersebut. Menurut dia, para pendatang saat ini terlihat lebih agresif sehingga membuat masyarakat asli Papua keteteran.

Selain itu, Salim mengatakan bahwa Presiden juga menyampaikan gagasannya soal rice estate yang akan melibatkan masyarakat Papua. "Persoalannya kan selama ini kita ke sana membangun, orang Papua tidak dilibatkan," ucap Salim.

Sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014, Jokowi menyatakan akan lebih sering berkunjung ke Papua. Dia juga menargetkan Merauke menjadi lumbung padi dunia. Meski menuai pro dan kontra akan gaya hidup masyarakat Papua yang lebih senang memakan sagu, Jokowi tetap meneruskan rencana tersebut.


EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya


Close Ads X