Menangkan Acara yang Diberi Sanksi oleh KPI, Panasonic Awards Dikritik - Kompas.com

Menangkan Acara yang Diberi Sanksi oleh KPI, Panasonic Awards Dikritik

Kompas.com - 31/05/2015, 15:21 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRIL Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengkritik acara ajang penghargaan tahunan Panasonic Awards. Pasalnya, acara tersebut justru memberikan penghargaan kepada program-program yang sudah mendapat sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia karena isi tayangannya melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

"Mengejutkan sekali menyaksikan nominasi program-program acara yang dihasilkan dan pemenang yang diumumkan dalam Panasonic Awards," kata Mahfudz, Minggu (31/5/2015).

Mahfudz mencontohkan program Yuk Kita Sahur yang sudah diberhentikan KPI, tetapi masuk nomine. Ada juga program sinetron 7 Manusia Harimau yang ditegur keras KPI malah jadi pemenang.

"Lebih konyol lagi program Pesbuker yang pernah diberhentikan sementara oleh KPI juga menjadi pemenang," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Menurut Mahfudz, tidak heran bila Panasonic Awards kali ini mendapat reaksi negatif dari masyarakat.

Dengan mengacu kepada survei rating dari AC Nielsen untuk nomine dan SMS masyarakat untuk penentuan pemenang, lanjutnya, Panasonic Awards bisa dituduh banyak pihak sebagai agen industri dan pembenaran terhadap selera rendah sebagian masyarakat. Terlebih lagi, ajang tersebut tidak melibatkan KPI sebagai lembaga yang oleh UU Penyiaran diberikan otoritas penilaian dan pengawasan isi siaran.

"Jadi, menurut saya, jika Panasonic Awards tidak bisa dan tidak mau melakukan perbaikan dalam sistem penilaian dan memperhatikan sungguh-sungguh UU Penyiaran, sebaiknya Panasonic Awards dihentikan saja," ucap Mahfudz.


PenulisIhsanuddin
EditorCaroline Damanik

Close Ads X