Kompas.com - 26/05/2015, 14:44 WIB
Murbiah, istri sunarmo saat menujukan beras yang dicurigai mwngumpal dan lengket seperti plastik saat usai dibakar api. KOMPAS.com/ WIJAYA KUSUMAMurbiah, istri sunarmo saat menujukan beras yang dicurigai mwngumpal dan lengket seperti plastik saat usai dibakar api.
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan beras untuk warga miskin (raskin) aman dan tidak tercampur dengan beras plastik.

"Raskin yang ada di gudang Bulog posisinya saat ini aman. Tidak hanya aman stoknya sampai dengan lima setengah bulan ke depan, tapi juga aman dari sisi kemungkinan tercampur beras plastik," kata Mensos usai membuka sosialisasi program penangulangan kemiskinan di Jakarta, Selasa (26/5/2015), seperti dikutip Antara.

Mensos mengatakan, saat ini masih ditemukan beras yang masih tercampur jamur atau batu, tapi kondisi tersebut langsung dikomunikasikan dengan Bulog agar tidak didistrubusikan. (baca: Kapolri Bentuk Tim Khusus untuk Usut Beras Plastik)

"Saya sudah melakukan kunjungan di beberapa gudang divre dan subdivre Bulog. Bagi Kemensos sebagai pemegang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) maka kita sudah melakukan sidak ke beberapa gudang Bulog, pada posisi ini kita melihat rakin aman," tambah dia.

Menurut dia, Kemensos juga melakukan monitoring agar kualitas raskin tetap terjaga. Tim koordinasi raksin kabupaten/kota juga memastikan bahwa kualitas raskin layak dimakan. (Baca: Mentan: Beras Plastik Tidak Mungkin Menguntungkan)

"Kami sangat berterima kasih kalau masing-masing bupati/wali kota bisa mengecek sendiri ke subdivre sebelum distribusi raskin dilakukan. Kalau tidak layak makan, maka raskin itu akan dihanguskan oleh Bulog jangan sampai terdistribusikan," katanya.

Mensos menambahkan, yang terpenting adalah bupati/wali kota bisa segera mengeluarkan Surat Perintah Alokasi (SPA) sehingga Bulog akan segera mengirim raksinnya pada awal Juni sehingga memasuki Ramadhan, persediaan beras masyarakat aman.

Begitu juga dengan awal Juli, SPA bisa segera dikeluarkan supaya memasuki Lebaran beras bagi masyarakat miskin juga terjamin.

"Jadi yang penting adalah ketepatan dan kecepatan SPA supaya distribusi raskin bisa diterimakan sampai ke titik bagi," kata Mensos.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 18 Januari: Sebaran 1.362 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Update 18 Januari: Sebaran 1.362 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 18 Januari: Ada 5.132 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 18 Januari: Ada 5.132 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Pemerintah Siapkan Karantina 'Bubble' untuk Moto GP dan KTT G20

Pemerintah Siapkan Karantina "Bubble" untuk Moto GP dan KTT G20

Nasional
UPDATE: 278.927 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate PCR 4,50 Persen

UPDATE: 278.927 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate PCR 4,50 Persen

Nasional
Divonis Nihil, Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

Divonis Nihil, Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

Nasional
Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Warga Terdampak Erupsi Semeru Ditargetkan Tempati Hunian Sementara Dua Bulan Lagi

Nasional
Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Ribut Pernyataan Arteria Dahlan soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Ini Awalnya...

Nasional
UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

UPDATE 18 Januari: 564 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nasional
Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Menkes: Vaksinasi Booster Heterolog Hasilkan Antibodi yang Lebih Kaya

Nasional
Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Kapolri Ingin Jajarannya Punya Kemampuan sebagai Auditor, Minta BPK Buat Pelatihan

Nasional
UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota 'Nusantara'

UU IKN Disahkan, Ini Kedudukan, Bentuk, hingga Susunan Pemerintahan Ibu Kota "Nusantara"

Nasional
Wakil Ketua MPR Harap RUU TPKS Rampung Dibahas Dalam Sebulan

Wakil Ketua MPR Harap RUU TPKS Rampung Dibahas Dalam Sebulan

Nasional
Kepala BNPB dan Wapres Akan Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa di Banten, Besok

Kepala BNPB dan Wapres Akan Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa di Banten, Besok

Nasional
Bahas Ibu Kota Baru di Tengah Pandemi Dikritik, Ketua Pansus: Masa Tidak Pikir Masa Depan?

Bahas Ibu Kota Baru di Tengah Pandemi Dikritik, Ketua Pansus: Masa Tidak Pikir Masa Depan?

Nasional
Narapidana Jadi Dalang Penipuan Online, Bermodus Menyamar Jadi Polisi

Narapidana Jadi Dalang Penipuan Online, Bermodus Menyamar Jadi Polisi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.