Diperiksa 10 Jam, Eks Kepala BP Migas Bantah Langgar Aturan soal Penjualan Kondensat

Kompas.com - 20/05/2015, 21:52 WIB
Penyidik Direktorat II Eksus Bareskrim Polri menggeledah kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selatan, Selasa (5/5/2015). Penggeledahan dilakukan untuk mencari sejumlah berkas berkaitan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait korupsi yang dilakukan oleh PT TPPI dalam penjualan kondesat milik SKK Migas. TRIBUNNEWS / ABDUL QODIRPenyidik Direktorat II Eksus Bareskrim Polri menggeledah kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selatan, Selasa (5/5/2015). Penggeledahan dilakukan untuk mencari sejumlah berkas berkaitan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait korupsi yang dilakukan oleh PT TPPI dalam penjualan kondesat milik SKK Migas.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa mantan Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) Raden Priyono, Rabu (20/5/2015). Raden Priyono diperiksa sebagai saksi atas perkara dugaan korupsi penjualan kondensat bagian negara.

Kepada wartawan, Raden Priyono mengaku ditanya penyidik seputar tugas pokok fungsi sekaligus wewenang dirinya ketika menjabat sebagai Kepala BP Migas. Penyidik, kata Priyono, juga menanyakan perihal komitmen BP Migas terhadap peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan kementerian di atasnya.

"Ya kita jelaskan. Segala tindakan kita ikut ke kebijakan pemerintah kok. Kan tugas dan wewenang BP Migas adalah melaksanakan kebijakan saja," ujar Priyono.

Kendati demikian, Priyono menolak bahwa pernyataannya tersebut diartikan ada pihak lebih tinggi yang bertanggung jawab terhadap aktivitas di BP Migas.

"Tanya ke penyidik saja. Sudah dituangkan ke dalam pemeriksaan. Silakan cek di sana," tutur Priyono.

Informasi yang dihimpun oleh Kompas.com, Priyono diperiksa sejak pukul 10.00 WIB. Ia didampingi oleh dua orang kuasa hukumnya. Proses pemeriksaan terhadap Priyono digelar selama sekitar 10 jam atau hingga pukul 20.00 WIB. Priyono baru keluar gedung Bareskrim sekitar pukul 20.45 WIB.

Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri tengah mengusut dugaan korupsi dan pencucian uang yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. Kasus ini diduga melibatkan pejabat PT TPPI dan pejabat dari SKK Migas (setelah diubah dari BP Migas).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun 2009, SKK Migas melakukan proses penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Tapi tidak melalui ketentuan yakni Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP0000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah atau Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BP00000/2003-SO tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah atau Konsensat Bagian Negara.

Tindakan itu melanggar Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.