Panglima TNI: Jangan Gunakan TNI untuk Kepentingan Politik

Kompas.com - 20/05/2015, 06:26 WIB
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko saat tiba di Hotel Aston Jayapura. alfian kartonoPanglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko saat tiba di Hotel Aston Jayapura.
EditorInggried Dwi Wedhaswary

BENGKULU, KOMPAS.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Moeldoko mengingatkan semua pihak agar tidak menggunakan kekuatan TNI untuk kepentingan politik. Hal itu disampaikannya dalam ramah tamah dengan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, di Bengkulu, Selasa (19/5/2015) malam.

"Manfaatkan TNI untuk kemaslahatan umat tapi jangan gunakan TNI untuk kepentingan politik," kata Moeldoko.

Ia menekankan, TNI berasal dari rakyat dan hanya digunakan untuk kemaslahatan rakyat. Menurut Moeldoko, kekuatan TNI selama ini sudah digunakan untuk kepentingan rakyat, antara lain untuk stabilitas keamanan dan ketentraman wilayah dari berbagai ancaman, termasuk penanggulangan bencana.

"Termasuk untuk membuka isolasi antardaerah dan membantu mewujudkan ketahanan pangan," katanya.

Ia mencontohkan, di salah satu daerah di Jawa Barat yang memimpikan akses antarwilayah bertahun-tahun, terwujud atas kemanunggalan TNI-rakyat. Oleh karena itu, ia meminta kepala daerah, gubernur, dan bupati agar memanfaatkan kekuatan TNI untuk kepentingan masyarakat.

Kunjungan Panglima TNI ke Bengkulu merupakan rangkaian kunjungan kerja yang dilakukannya di Sumatera. Sebelum ke Bengkulu, Panglima TNI mengunjungi Provinsi Bandar Lampung dan akan melanjutkan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang New Normal, IDI: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi...

Jelang New Normal, IDI: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi...

Nasional
UPDATE: Tambah 13, WNI Sembuh Covid-19 di Luar Negeri Jadi 508 Orang

UPDATE: Tambah 13, WNI Sembuh Covid-19 di Luar Negeri Jadi 508 Orang

Nasional
UPDATE 30 Mei: 25.773 Kasus Covid-19, Pemetaan Wilayah Dilakukan...

UPDATE 30 Mei: 25.773 Kasus Covid-19, Pemetaan Wilayah Dilakukan...

Nasional
Antisipasi Covid-19, TNI Pakai Helm Pendeteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

Antisipasi Covid-19, TNI Pakai Helm Pendeteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

Nasional
Polri Siap Mengusut Teror terhadap Panitia Diskusi FH UGM

Polri Siap Mengusut Teror terhadap Panitia Diskusi FH UGM

Nasional
Mahfud MD Klaim New Normal Tak Diterapkan dengan Pendekatan Ekonomi Semata

Mahfud MD Klaim New Normal Tak Diterapkan dengan Pendekatan Ekonomi Semata

Nasional
Ruslan Buton Ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 Hari

Ruslan Buton Ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 Hari

Nasional
Zona Hijau, 102 Daerah Ini Boleh Berkegiatan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Zona Hijau, 102 Daerah Ini Boleh Berkegiatan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
 Mahfud MD Tak Persoalkan Diskusi soal Pemberhentian Presiden di UGM

Mahfud MD Tak Persoalkan Diskusi soal Pemberhentian Presiden di UGM

Nasional
Komnas HAM Kecam Teror terhadap Jurnalis dan Panitia Diskusi CLS UGM

Komnas HAM Kecam Teror terhadap Jurnalis dan Panitia Diskusi CLS UGM

Nasional
Terapkan New Normal, Kepala Daerah Wajib Libatkan IDI hingga Epidemiolog

Terapkan New Normal, Kepala Daerah Wajib Libatkan IDI hingga Epidemiolog

Nasional
Tenaga Medis dan Relawan 2,5 Bulan Berjuang Lawan Covid-19, Ketua Gugus Tugas: Terima Kasih

Tenaga Medis dan Relawan 2,5 Bulan Berjuang Lawan Covid-19, Ketua Gugus Tugas: Terima Kasih

Nasional
Gugus Tugas Ungkap 102 Daerah Bebas Covid-19 hingga 30 Mei, Ini Rinciannya...

Gugus Tugas Ungkap 102 Daerah Bebas Covid-19 hingga 30 Mei, Ini Rinciannya...

Nasional
Indikator Daerah Siap New Normal, Kasus Covid-19 Turun Lebih dari 50 Persen dalam 2 Minggu

Indikator Daerah Siap New Normal, Kasus Covid-19 Turun Lebih dari 50 Persen dalam 2 Minggu

Nasional
New Normal, Menag Terbitkan Aturan Rumah Ibadah Wajib Punya Surat Bebas Covid-19

New Normal, Menag Terbitkan Aturan Rumah Ibadah Wajib Punya Surat Bebas Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X