Presiden Jokowi Sebut Papua Niugini sebagai Saudara

Kompas.com - 11/05/2015, 20:22 WIB
Presiden Joko Widodo, Senin (11/5/2015) sore waktu setempat, tiba di Bandara Port Moresby di Papua Niugini untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari hingga Selasa (12/5/2015). SUHARTONO/KOMPASPresiden Joko Widodo, Senin (11/5/2015) sore waktu setempat, tiba di Bandara Port Moresby di Papua Niugini untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari hingga Selasa (12/5/2015).
Penulis Suhartono
|
EditorHeru Margianto

PORT MORESBY, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo memuji Papua Niugini sebagai tetangga yang penting dalam hidup bersama dan berbagi harapan. Presiden menganggap Papua Niugini sebagai saudara.

"Kesamaan budaya dan nilai-nilai menjadikan kita adalah bersaudara," katanya dalam jamuan kenegaraan di Gedung Parlemen, Port Moresby, Papua Niugini, Senin (11/5/2015) malam.

Menurut Jokowi, Papua Niugini merupakan penghubung yang sangat strategis bagi Indonesia dengan negara-negara di Asia Pasifik lainnya, seperti Vanuatu dan Kaledonia Baru.

"Saat pelantikan saya sebagai Presiden RI pada Oktober 2014, Papua Niugini hadir memberikan ucapan selamat. Bersama Perdana Menteri Papua Niugini, kami sepakat meningkatkan kerja sama. Kini, kedatangan saya ke Papua Niugini akan meneguhkan kembali kerja sama tersebut," ujar Presiden.


Sementara Perdana Menteri Papua Niugini Peter Charles Paire O'Neill mengatakan, Indonesia mempunyai arti penting, bukan sekadar tetangga perbatasan, melainkan juga teman baik.

Ia menyambut baik komitmen Pemerintah Indonesia yang disebutnya tengah memprioritaskan membangun Papua untuk mencapai kesejahteraan. Sebagai keluarga ras bangsa Melanesia, O'Neill mengucapkan terima kasih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insan Pers Tolak Pemerintah Ikut Campuri Dunia Pers Lewat Omnibus Law

Insan Pers Tolak Pemerintah Ikut Campuri Dunia Pers Lewat Omnibus Law

Nasional
Presiden Bisa Ubah UU, Syarief Hasan Ingatkan 'Itu Hak Legislasi DPR'

Presiden Bisa Ubah UU, Syarief Hasan Ingatkan "Itu Hak Legislasi DPR"

Nasional
Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

Nasional
Syarief Hasan Sebut Pembahasan Wacana GBHN Tak Melebar, Ini Jaminannya

Syarief Hasan Sebut Pembahasan Wacana GBHN Tak Melebar, Ini Jaminannya

Nasional
Dapat Rp 30 Miliar dari DKI, Bima Arya Apresiasi Anies Baswedan

Dapat Rp 30 Miliar dari DKI, Bima Arya Apresiasi Anies Baswedan

Nasional
Said Iqbal Sebut Menko Perekonomian Catut Nama KSPI

Said Iqbal Sebut Menko Perekonomian Catut Nama KSPI

Nasional
Jadwal Pelaksanaan Kongres Demokrat 2020 Bisa Berubah Jika...

Jadwal Pelaksanaan Kongres Demokrat 2020 Bisa Berubah Jika...

Nasional
Syarief Hasan: Proses Pengambilan Keputusan soal GBHN Masih Panjang

Syarief Hasan: Proses Pengambilan Keputusan soal GBHN Masih Panjang

Nasional
Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

Nasional
Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Nilai Ahok Paling Berhasil Tangani Banjir Jakarta

Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Nilai Ahok Paling Berhasil Tangani Banjir Jakarta

Nasional
Masih Percaya Parpol, KSPI Minta DPR Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Masih Percaya Parpol, KSPI Minta DPR Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Nasional
Selain Demo Besar-besaran, KSPI Akan Tempuh Langkah Hukum Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Selain Demo Besar-besaran, KSPI Akan Tempuh Langkah Hukum Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Pakar Minta Wacana Menghidupkan GBHN Dikaji Lagi, Ini Alasannya...

Pakar Minta Wacana Menghidupkan GBHN Dikaji Lagi, Ini Alasannya...

Nasional
Survei Indo Barometer: Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik

Survei Indo Barometer: Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik

Nasional
Sasar Ketum Demokrat, AHY Rajin Kunjungi Konsolidasi Daerah

Sasar Ketum Demokrat, AHY Rajin Kunjungi Konsolidasi Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X