Jokowi: Isu "Reshuffle", Tanya ke Pak JK

Kompas.com - 04/05/2015, 22:37 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam acara pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Auditorium PTIK/STIK Jakarta, Selasa (3/3/2015). Rapim TNI-Polri 2015 ini mengambil tema Sinergitas TNI-Polri Penggerak Revolusi Mental. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAPresiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam acara pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Auditorium PTIK/STIK Jakarta, Selasa (3/3/2015). Rapim TNI-Polri 2015 ini mengambil tema Sinergitas TNI-Polri Penggerak Revolusi Mental.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sudah mengisyaratkan akan adanya reshuffle atau perombakan kabinet. Namun, tak seperti Kalla yang lugas menjawab soal wacana itu, Presiden Joko Widodo lebih memilih berkomentar singkat.

Bagaimana reaksi Jokowi atas isu ini?

"Hah? Apa?" ujar Jokowi saat pertama kali ditanya wartawan seusai bertemu 143 orang Tim Nusantara Sehat di Istana Negara, Senin (4/5/2015) malam.

Wartawan pun kembali mengungkapkan adanya wacana reshuffle yang diisyaratkan oleh JK dan mengonfirmasi ke Jokowi. Mendengar pertanyaan itu, Jokowi mulai enggan berkomentar.

"Ya, tanya Pak JK. Tanya ini loh Nusantara Sehat, gimana sih. Kita kan baru saja bicara soal Nusantara Sehat. Kamu itu bagaimana," kata Jokowi.

Saat ditanyakan apa ada alasan melakukan reshuffle, Jokowi mengulang kembali pernyataannya itu. Tak lama kemudian, dia mengakhiri sesi wawancara.

"Tanya (tentang) Tim Nusantara Sehat. Kalau enggak ada, ya sudah," ucap dia sambil meninggalkan ruangan.

Salah satu orang kepercayaan Jokowi, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto juga memiliki sikap yang serupa dengan Jokowi saat ditanya soal reshuffle. Andi hanya mengangkat bahunya.

"Saya lagi belajar tidak komentar," ucap Andi yang biasa bertindak sebagai juru bicara bagi Istana tersebut.

Sebelumnya, Kalla menilai reshuffle diperlukan untuk peningkatan kinerja kabinet. Untuk tujuan itu, Kalla menilai, diperlukan sosok yang tepat untuk mengisi kabinet sesuai dengan kemampuannya. (Baca: Wapres Isyaratkan Bakal Ada "Reshuffle" Kabinet)

"Ya, karena banyak perlu peningkatan kinerja, tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," ucap Kalla.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Epidemiolog Khawatir Narasi Vaksinasi Gotong Royong Membuat Pemerintah Abaikan 3T

Epidemiolog Khawatir Narasi Vaksinasi Gotong Royong Membuat Pemerintah Abaikan 3T

Nasional
KPK Masih Periksa Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Terjerat OTT di Sulsel

KPK Masih Periksa Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Terjerat OTT di Sulsel

Nasional
Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

Nasional
UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 27 Februari: Ada 78.746 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 27 Februari: Ada 78.746 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 27 Februari: Tambah 7.382, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.136.054

UPDATE 27 Februari: Tambah 7.382, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.136.054

Nasional
UPDATE 27 Februari: 1.616.165 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

UPDATE 27 Februari: 1.616.165 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 27 Februari: 35.981 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 Februari: 35.981 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 Februari: Ada 157.039 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 Februari: Ada 157.039 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 Februari: 1.329.074 Kasus Covid-19 di Indonesia, Tambah 6.208

UPDATE 27 Februari: 1.329.074 Kasus Covid-19 di Indonesia, Tambah 6.208

Nasional
Kemenkes Imbau Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Kemenkes Imbau Perusahaan Perhatikan Kesehatan Karyawan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes Beri 6 Tips Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Kemenkes Beri 6 Tips Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya

Ketua PDI-P Sulsel: Nurdin Abdullah Tak Tahu-menahu atas OTT yang Menimpanya

Nasional
Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Busyro Muqoddas: Bukti Radikalisme Korupsi

Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, Busyro Muqoddas: Bukti Radikalisme Korupsi

Nasional
Bantah Info Puluhan Wartawan Terkapar, Kemenkes: 5 Orang Diobservasi karena Keluhan Pasca-vaksinasi Covid-19

Bantah Info Puluhan Wartawan Terkapar, Kemenkes: 5 Orang Diobservasi karena Keluhan Pasca-vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X