Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/05/2015, 22:31 WIB
Dani Prabowo

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiequrachman Ruki menegaskan, tidak ada satu pun pegawai maupun pimpinan KPK yang kebal hukum. Menurut dia, apabila ada tindak pidana yang dilakukan, maka dirinya mempersilahkan aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya.

"Pimpinan dan pegawai KPK tidak kebal hukum. Jika ada tuduhan, sangkaan terhadap pimpinan dan anggota KPK lantaran terlibat tindak pidana, maka kami persilakan untuk menanganinya," kata Ruki usai bertemu Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti di Mabes Polri, Sabtu (2/5/2015).

Ia memastikan, tidak akan melakukan tindakan yang dapat menghambat kinerja aparat penegak hukum yang melakukan pengusutan terhadap kasus pidana yang menimpa pimpinan dan anggota KPK.

"Kami tidak ingin menghambat kinerja, mencampuri pekerjaan dan mendistorsi. Kami akan dukung semaksimal mungkin," katanya.

Lebih jauh, ia juga meminta agar aparat penegak hukum turut membantu KPK dalam penanganan kasus. Minimal, dengan tidak mengganggu penyelidikan dan penyidikan yang tengah dilangsungkan.

Dalam pertemuan hari ini, Ruki didampingi dua pimpinan KPK lainnya yakni Johan Budi dan Indriarto Seno Aji. Menurut Johan, baik KPK dan Polri sepakat ingin membangun hubungan kelembagaan yang lebih baik lagi. Peningkatan ini diperlukan untuk menciptakan sinergi dalam upaya pencegahan dan penindakan perkara korupsi.

Selain itu, ia menambahkan, salah satu poin penting pembahasan diantara kedua lembaga itu yakni mengenai kasus yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan. Ia menegaskan, KPK siap bekerja sama dengan Polri dalam penyelesaian kasus ini.

"Novel sendiri mengatakan kepada saya bahwa siap mengikuti proses hukum yang sedang terjadi. Sehinhga perkaranya segera diselesaikan," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 21 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Prabowo Minta Pendukung Batalkan Aksi di MK

Prabowo Minta Pendukung Batalkan Aksi di MK

Nasional
Gagal ke DPR, PPP Curigai Sirekap KPU yang Tiba-tiba Mati Saat Suara Capai 4 Persen

Gagal ke DPR, PPP Curigai Sirekap KPU yang Tiba-tiba Mati Saat Suara Capai 4 Persen

Nasional
Respons PDI-P soal Gibran Berharap Jokowi dan Megawati Bisa Bertemu

Respons PDI-P soal Gibran Berharap Jokowi dan Megawati Bisa Bertemu

Nasional
GASPOL! Hari Ini: Keyakinan Yusril, Tinta Merah Megawati Tak Pengaruhi MK

GASPOL! Hari Ini: Keyakinan Yusril, Tinta Merah Megawati Tak Pengaruhi MK

Nasional
Tak Banyak Terima Permintaan Wawancara Khusus, AHY: 100 Hari Pertama Fokus Kerja

Tak Banyak Terima Permintaan Wawancara Khusus, AHY: 100 Hari Pertama Fokus Kerja

Nasional
Jadi Saksi Kasus Gereja Kingmi Mile 32, Prngusaha Sirajudin Machmud Dicecar soal Transfer Uang

Jadi Saksi Kasus Gereja Kingmi Mile 32, Prngusaha Sirajudin Machmud Dicecar soal Transfer Uang

Nasional
Bareskrim Polri Ungkap Peran 5 Pelaku Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia-Aceh

Bareskrim Polri Ungkap Peran 5 Pelaku Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia-Aceh

Nasional
Usulan 18.017 Formasi ASN Kemenhub 2024 Disetujui, Menpan-RB: Perkuat Aksesibilitas Layanan Transportasi Nasional

Usulan 18.017 Formasi ASN Kemenhub 2024 Disetujui, Menpan-RB: Perkuat Aksesibilitas Layanan Transportasi Nasional

Nasional
Ketua KPU Dilaporkan ke DKPP, TPN Ganjar-Mahfud: Harus Ditangani Serius

Ketua KPU Dilaporkan ke DKPP, TPN Ganjar-Mahfud: Harus Ditangani Serius

Nasional
Jokowi Ingatkan Pentingnya RUU Perampasan Aset, Hasto Singgung Demokrasi dan Konstitusi Dirampas

Jokowi Ingatkan Pentingnya RUU Perampasan Aset, Hasto Singgung Demokrasi dan Konstitusi Dirampas

Nasional
Menko di Kabinet Prabowo Akan Diisi Orang Partai atau Profesional? Ini Kata Gerindra

Menko di Kabinet Prabowo Akan Diisi Orang Partai atau Profesional? Ini Kata Gerindra

Nasional
Selain 2 Oknum Lion Air,  Eks Pegawai Avsec Kualanamu Terlibat Penyelundupan Narkoba Medan-Jakarta

Selain 2 Oknum Lion Air, Eks Pegawai Avsec Kualanamu Terlibat Penyelundupan Narkoba Medan-Jakarta

Nasional
Dirut Jasa Raharja: Efektivitas Keselamatan dan Penanganan Kecelakaan Mudik 2024 Meningkat, Jumlah Santunan Laka Lantas Menurun

Dirut Jasa Raharja: Efektivitas Keselamatan dan Penanganan Kecelakaan Mudik 2024 Meningkat, Jumlah Santunan Laka Lantas Menurun

Nasional
Hasto Minta Yusril Konsisten karena Pernah Sebut Putusan MK Soal Syarat Usia Cawapres Picu Kontroversi

Hasto Minta Yusril Konsisten karena Pernah Sebut Putusan MK Soal Syarat Usia Cawapres Picu Kontroversi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com