Ke Langkawi, Wapres Bahas Pelaksanaan MEA

Kompas.com - 27/04/2015, 17:21 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Icha RastikaWakil Presiden Jusuf Kalla.
Penulis Icha Rastika
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla berangkat menuju Langkawi, Malaysia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, Senin (27/4/2015). Menurut Kalla, salah satu hal yang akan dibahas dalam konferensi tersebut adalah pelaksanaan kesepakatan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada Desember mendatang.

"Ya hubungan antar-ASEAN, masalah pelaksanaan nanti MEA," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta sebelum menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Mengenai perdamaian di Timur Tengah, Kalla mengatakan bahwa pertemuan ASEAN tidak akan membahas persoalan tersebut. Demikian juga dengan persoalan mengenai konflik laut China Selatan yang sudah dibahas dalam pertemuan sebelumnya.

"Itu sudah tadi, malam ini tidak (dibahas soal Laut China Selatan)" kata Kalla.

Sementara itu, Presiden Jokowi sudah terlebih dulu tiba di Kuala Lumpur pada Minggu (26/4/2015). Jokowi hadir pada pembukaan KTT ASEAN yang dilakukan pagi ini. Jokowi kemudian menghadiri plenary session antara pemimpin ASEAN dan juga bertemu dengan Presiden Filipina Benigno Aquino Jr.

Presiden Jokowi pun direncanakan akan kembali sampai ke tanah air pada pukul 15.30. Selanjutnya, Presiden akan menghadiri perayaan Hari Pers Nasional di stasiun TVRI pada malam hari.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Sidang Tahunan, Ketua DPR Akan Sampaikan Catatan Penanganan Covid-19

Di Sidang Tahunan, Ketua DPR Akan Sampaikan Catatan Penanganan Covid-19

Nasional
Kepala BP2MI Ancam Pecat Pegawainya jika Khianati Pancasila

Kepala BP2MI Ancam Pecat Pegawainya jika Khianati Pancasila

Nasional
Sidang Tahunan MPR Digelar Hari Ini, Presiden Jokowi Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan

Sidang Tahunan MPR Digelar Hari Ini, Presiden Jokowi Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan

Nasional
Kasus Positif Terus Bertambah, Kemenkes Tak Khawatirkan Daya Tampung RS Rujukan

Kasus Positif Terus Bertambah, Kemenkes Tak Khawatirkan Daya Tampung RS Rujukan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Mendagri 'Sentil' Wali Kota Depok

[POPULER NASIONAL] Penambahan Kasus Covid-19 | Mendagri 'Sentil' Wali Kota Depok

Nasional
Satgas Penanganan Covid-19: Jumlah Zona Merah dan Hijau Menurun

Satgas Penanganan Covid-19: Jumlah Zona Merah dan Hijau Menurun

Nasional
Penjelasan Lengkap Kapolresta Barelang terkait Tewasnya Hendri Alfred Bakari

Penjelasan Lengkap Kapolresta Barelang terkait Tewasnya Hendri Alfred Bakari

Nasional
Ini 10 Kesimpulan Hasil Kajian Komnas HAM atas RUU Cipta Kerja

Ini 10 Kesimpulan Hasil Kajian Komnas HAM atas RUU Cipta Kerja

Nasional
Hendri Bakari Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Mabes Polri: Sementara Cukup Ditangani Polda Kepri

Hendri Bakari Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Mabes Polri: Sementara Cukup Ditangani Polda Kepri

Nasional
Komnas HAM Bakal Sampaikan Kesimpulan Kajian RUU Cipta Kerja ke Presiden dan Pimpinan DPR

Komnas HAM Bakal Sampaikan Kesimpulan Kajian RUU Cipta Kerja ke Presiden dan Pimpinan DPR

Nasional
Satgas: Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Masih Cukup

Satgas: Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Masih Cukup

Nasional
Wamenhan: Dampak Positif Bisa Kita Raih jika Produksi 40 Juta Ton Singkong

Wamenhan: Dampak Positif Bisa Kita Raih jika Produksi 40 Juta Ton Singkong

Nasional
Wakil Ketua KPK: Pegawai Jadi ASN Tak Mengurangi Independensi

Wakil Ketua KPK: Pegawai Jadi ASN Tak Mengurangi Independensi

Nasional
Kemenkumham Akan Beri Remisi ke 142.545 Narapidana Saat HUT RI ke-75

Kemenkumham Akan Beri Remisi ke 142.545 Narapidana Saat HUT RI ke-75

Nasional
Ujaran Kebencian di Pilkada Diprediksi Meningkat, Ini Alasannya

Ujaran Kebencian di Pilkada Diprediksi Meningkat, Ini Alasannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X