Kompas.com - 20/04/2015, 15:10 WIB
Ilustrasi KOMPASIlustrasi
EditorLaksono Hari Wiwoho

NAASP

Berbeda dengan kesepakatan yang dihasilkan Komite Politik, program-program kerja sama Asia-Afrika di bidang ekonomi dan kebudayaan miskin pelaksanaan sehingga gaungnya meredup. Dalam kaitan ini, KTT memperingati KAA yang ke-50 pada 2005 di Bandung telah menyepakati Strategi Kemitraan Baru Asia-Afrika atau New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) sebagai wahana untuk menghidupkan kembali semangat kerja sama di bidang ekonomi.

Hal ini ditopang fakta bahwa ekonomi Afrika mulai menggeliat dan negara-negara Asia masih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia.

Meskipun memiliki banyak tantangan seperti memproduksi barang yang sama, kesamaan tujuan ekspor, serta belum adanya jaringan sistem pembiayaan dan keuangan, kerja sama Selatan-Selatan antar- Asia-Afrika telah mengembang ke luar batas kerja sama teknik. Nilai kerja sama teknik antardua benua ini menurut estimasi PBB antara 16 miliar dollar AS dan 19 miliar dollar AS.

Arus modal yang melintas wilayah batas negara telah meningkat secara signifikan. Sime Darby dari Malaysia telah menanamkan modal sekitar 600 juta dollar AS untuk mengembangkan kebun kelapa sawit di Afrika, ZAMBEEF dari Zambia telah menanam modal untuk mengembangkan peternakan di negara-negara tetangganya, dan perusahaan sabun B-29 dari Indonesia telah menanamkan modalnya di Etiopia.

Dalam kaitan ini, Indonesia sebagai tuan rumah akan menyelenggarakan Pertemuan Bisnis Asia Afrika (AABS) 21-22 April di Jakarta untuk mempertemukan CEO dari 47 negara Asia dan Afrika dengan CEO Indonesia. Diharapkan mereka dapat mendiskusikan peningkatan kerja sama bisnis, perdagangan, dan investasi. Untuk ini telah dirancang empat agenda meliputi infrastruktur, perdagangan, agribisnis, dan kemaritiman.

Gagasan kompetitif

Adalah suatu tantangan bagi Indonesia, bagaimana mengusahakan agar hasil KTT Asia Afrika 2015 dapat menghasilkan nilai tambah pada gagasan lain yang sedang dalam proses pengembangannya, misalnya ASEAN akan melahirkan Komunitas ASEAN pada akhir 2015, Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) akan disepakati dalam waktu segera, demikian juga formula pengganti Protokol Kyoto yang akan disepakati di Paris akhir tahun ini, serta Kemitraan Ekonomi Baru untuk Pembangunan Afrika (NEPAD) yang didukung Jepang. Salah satu yang dipersiapkan sebagai hasil KTT Asia Afrika 2015 adalah peningkatan NAASP yang akan mendorong kemakmuran Afrika. Hendaknya program dan rencana kegiatannya saling memperkuat dengan NEPAD dan program lain yang sejenis dan dihindarkan adanya pengulangan atau tumpang tindih satu sama lain yang dapat menyebabkan pemborosan.

Di bidang politik, KTT Asia Afrika 2015 akan menghasilkan dokumen mengenai Palestina yang saat ini sedang mengalami krisis. Serangan Israel pada Juli 2014 telah menghancurluluhkan Gaza, sedangkan proses rekonstruksi berjalan tersendat-sendat sehingga banyak anak-anak yang meninggal karena hipotermia. Di samping itu, masalah tersedianya air, listrik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan masalah penahanan anak-anak, permukiman baru di Jerusalem, penghancuran rumah karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan di Tepi Barat (West Bank), dan pemindahpaksaan suku Badui yang biasa berpindah-pindah.

Dasasila Bandung menghormati HAM fundamental dan persamaan hak semua bangsa. Majelis Umum PBB 2012 telah memberikan status baru "pengamat PBB bukan anggota" setara dengan status Vatikan di PBB dan mengakui hak bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri. Bisakah bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang berkumpul di Jakarta tampil kohesif untuk memberikan dorongan politik yang kuat dan solidaritas kolektif bagi perjuangan bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri?

Makarim Wibisono
Guru Besar FISIP Universitas Airlangga

* Artikel ini sebelumnya tayang di Harian Kompas edisi Senin (20/4/2015)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dana PEN Akan Dikucurkan untuk Bangun IKN, Pengamat: Bisa Melukai Hati Rakyat

Dana PEN Akan Dikucurkan untuk Bangun IKN, Pengamat: Bisa Melukai Hati Rakyat

Nasional
Kemendikbud Sebut 117.939 Formasi Guru PPPK Tak Dilamar Sama Sekali

Kemendikbud Sebut 117.939 Formasi Guru PPPK Tak Dilamar Sama Sekali

Nasional
Satgas: Ada 882 Pasien Terpapar Omicron, 276 Sudah Sembuh

Satgas: Ada 882 Pasien Terpapar Omicron, 276 Sudah Sembuh

Nasional
Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Nasional
KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Infrasruktur di Kabupaten Buru Selatan

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Infrasruktur di Kabupaten Buru Selatan

Nasional
Menkes Budi: Tidak Ada Pejabat Kemenkes Kunjungi Israel Belajar Tangani Covid-19

Menkes Budi: Tidak Ada Pejabat Kemenkes Kunjungi Israel Belajar Tangani Covid-19

Nasional
Polri Ungkap Banyak Napi Lakukan Kejahatan dari Lapas, Sebarkan Berita Bohong hingga Pencucian uang

Polri Ungkap Banyak Napi Lakukan Kejahatan dari Lapas, Sebarkan Berita Bohong hingga Pencucian uang

Nasional
Imigrasi Tunggu Permintaan Satgas Covid-19 soal Penutupan Akses Masuk ke RI

Imigrasi Tunggu Permintaan Satgas Covid-19 soal Penutupan Akses Masuk ke RI

Nasional
Pemerintah Berencana Perketat Syarat WNI ke Luar Negeri

Pemerintah Berencana Perketat Syarat WNI ke Luar Negeri

Nasional
Arteria Minta Kajati Berbahasa Sunda Diganti, TB Hasanuddin: Berlebihan, Anggota DPR Jangan Arogan

Arteria Minta Kajati Berbahasa Sunda Diganti, TB Hasanuddin: Berlebihan, Anggota DPR Jangan Arogan

Nasional
Temui Wapres, Wiranto Sebut Wantimpres Akan Beri Nasihat soal Pemindahan Ibu Kota

Temui Wapres, Wiranto Sebut Wantimpres Akan Beri Nasihat soal Pemindahan Ibu Kota

Nasional
Kejagung Geledah 2 Kantor PT DNK, Sita Sejumlah Barang Bukti Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Kejagung Geledah 2 Kantor PT DNK, Sita Sejumlah Barang Bukti Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Nasional
Deretan Kebijakan Kontradiktif Pemerintah, Imbau Waspada Omicron tapi Tak Ada Pengetatan

Deretan Kebijakan Kontradiktif Pemerintah, Imbau Waspada Omicron tapi Tak Ada Pengetatan

Nasional
'Nusantara' untuk Siapa?

"Nusantara" untuk Siapa?

Nasional
RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR, Anggota Baleg: Perjuangan Belum Berakhir

RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR, Anggota Baleg: Perjuangan Belum Berakhir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.