Kompas.com - 19/04/2015, 09:42 WIB
Panglima TNI Jenderal Moeldoko memeriksa pasukan saat apel gelar pasukan pengamanan Konferensi Asia Afrika (KAA) di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Rabu (15/4). Apel ini diikuti ribuan anggota TNI dan Polri. Jumlah personel TNI yang disiagakan untuk pengamanan KAA Ke-60 ini sekitar 16.000 personel. Kompas/Heru Sri KumoroPanglima TNI Jenderal Moeldoko memeriksa pasukan saat apel gelar pasukan pengamanan Konferensi Asia Afrika (KAA) di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Rabu (15/4). Apel ini diikuti ribuan anggota TNI dan Polri. Jumlah personel TNI yang disiagakan untuk pengamanan KAA Ke-60 ini sekitar 16.000 personel.
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat TNI bersama Polda Metro Jaya memberlakukan tiga sistem pengamanan untuk kegiatan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015.

"Ada tiga kategori pengamanan KAA dari TNI dibantu Polri," kata Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo di Jakarta, Minggu (19/4/2015).

Agus menyebutkan, tiga lapis pengamanan bagi delegasi KAA itu yakni pengamanan stasioner, semistasioner dan "mobile" stationer.

Ia mencontohkan, pengamanan stasioner dengan penjagaan radius 100 meter dijaga dua personil TNI/Polri.

Pengamanan semistasioner petugas termasuk ambulans dan kendaraan perintis "Anoa" menjaga seluruh titik yang dilintasi delegasi menuju lokasi acara di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan termasuk pintu tol dan jalan arteri.

Pengamanan stasioner untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang mengganggu rombongan kendaraan peserta KAA.

Sementara itu, pengamanan "mobile" stasioner berupa kendaraan patroli yang berpindah-pindah memantau situasi dan kondisi pada suatu tempat.

TNI mengerahkan 3.550 personil dibantu Polda Metro Jaya menurunkan 4.236 personil.

Sebanyak 77 delegasi pemimpin negara akan menghadiri peringatan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015.

Setelah melakukan serangkaian pertemuan setingkat menteri dan kepala negara di Jakarta pada 19-23 April 2015, para delegasi akan melakukan prosesi napak tilas dan penutupan rangkaian acara di Kota Bandung, Jawa Barat pada 24 April 2015.

Berikut foto-foto suasana pengamanan KAA di Jakarta :


Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Anggota TNI mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Anggota TNI mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Sterilisasi ruas Jalan MH Thamrin saat delegasi negara anggota Konferensi Asia Afrika melintasi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Sterilisasi ruas Jalan MH Thamrin saat delegasi negara anggota Konferensi Asia Afrika melintasi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Sterilisasi ruas Jalan MH Thamrin saat delegasi negara anggota Konferensi Asia Afrika melintasi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Anggota TNI mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Anggota TNI mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Anggota TNI mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Kompas.com / KRISTIANTO PURNOMO Anggota TNI dan Polri mengamankan kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4/2015). Ribuan personel TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, 19-24 April.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Omicron di Depan Mata, Kasus Aktif Covid-19 Naik 3.000 Hanya dalam Sepekan

Bahaya Omicron di Depan Mata, Kasus Aktif Covid-19 Naik 3.000 Hanya dalam Sepekan

Nasional
15 Tahun Aksi Kamisan dan Negara yang Seakan Lari dari Tanggung Jawab

15 Tahun Aksi Kamisan dan Negara yang Seakan Lari dari Tanggung Jawab

Nasional
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, TNI dan Polri Diminta Siapkan Isolasi Terpusat di Tiap Daerah

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, TNI dan Polri Diminta Siapkan Isolasi Terpusat di Tiap Daerah

Nasional
Kala Hakim Itong 'Ngamuk', Sebut KPK Omong Kosong dan Mendongeng Saat Ditetapkan Tersangka Suap Rp 1,3 Miliar

Kala Hakim Itong "Ngamuk", Sebut KPK Omong Kosong dan Mendongeng Saat Ditetapkan Tersangka Suap Rp 1,3 Miliar

Nasional
Kasus Hakim PN Surabaya, Ini Kode Komunikasi yang Dipakai Para Tersangka..

Kasus Hakim PN Surabaya, Ini Kode Komunikasi yang Dipakai Para Tersangka..

Nasional
Polisi Diminta Tak Diam soal Dugaan Pelat Polri Arteria, IPW: Ini Pelanggaran Hukum

Polisi Diminta Tak Diam soal Dugaan Pelat Polri Arteria, IPW: Ini Pelanggaran Hukum

Nasional
Aturan Terbaru Kemenkes: Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Berikut Syaratnya

Aturan Terbaru Kemenkes: Pasien Covid-19 Omicron Bisa Isoman, Berikut Syaratnya

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong Isnaini Punya Harta Rp 2,1 Miliar

Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong Isnaini Punya Harta Rp 2,1 Miliar

Nasional
KPK Duga Hakim Itong Terima Suap dari Pihak Lain yang Beperkara di PN Surabaya

KPK Duga Hakim Itong Terima Suap dari Pihak Lain yang Beperkara di PN Surabaya

Nasional
Hakim PN Surabaya Itong Isnaini Ditahan di Rutan KPK

Hakim PN Surabaya Itong Isnaini Ditahan di Rutan KPK

Nasional
Warga Mengeluh Belum Dapat Bantuan hingga 3 Hari Kebanjiran, Ini Kata Sekcam Benda

Warga Mengeluh Belum Dapat Bantuan hingga 3 Hari Kebanjiran, Ini Kata Sekcam Benda

Nasional
Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Perang Lawan Covid-19 di Jabodetabek yang Capaian Vaksinasinya TInggi, Luhut Minta Percepat Booster

Nasional
Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Saat Arteria Dahlan Sebut Pelat Mobil Mirip Polisi Hanya Tatakan, tapi Terdaftar di Sistem

Nasional
Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Ditetapkan Jadi Tersangka KPK, Hakim Itong: Saya Tak Terima, Seperti Cerita Dongeng

Nasional
Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Luhut: Perang Sesungguhnya Akibat Kenaikan Covid-19 Terjadi di Jabodetabek

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.