Mahasiswa Indonesia yang Dievakuasi dari Yaman Dapat Kelonggaran Selesaikan Kuliah

Kompas.com - 13/04/2015, 08:08 WIB
Warga melarikan diri setelah serangan udara Saudi Arabia di Sanaa, Yaman, 8 April 2015. Sebuah siaran milik pemerintah di Iran melaporkan bahwa iran telah mengirim kapal angkatan laut ke perairan dekat Yaman. AP PHOTO / Hani MohammedWarga melarikan diri setelah serangan udara Saudi Arabia di Sanaa, Yaman, 8 April 2015. Sebuah siaran milik pemerintah di Iran melaporkan bahwa iran telah mengirim kapal angkatan laut ke perairan dekat Yaman.
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu universitas di Yaman, yakni Universitas Al Ahqaf, mengizinkan mahasiswa Indonesia yang ingin meninggalkan Yaman menyusul situasi yang mengkhawatirkan pasca-serangan Arab Saudi dan sekutunya ke negara tersebut. Para mahasiswa Indonesia juga diberikan kelonggaran untuk tidak mengulang perkuliahannya selama setahun jika mereka kembali ke Yaman nanti.

Jika kembali ke Yaman, mereka hanya perlu menyelesaikan apa yang ditinggalkan saat evakuasi.

"Tapi jika konflik berlarut larut maka para mahasiswa diizinkan untuk menyelesaikan perkuliahan di cabang Universitas Al Ahqaf di Cirebon," demikian keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima Kompas.com, Senin (13/4/2015).

Izin dan kelonggaran bagi para mahasiswa Indonesia itu diberikan setelah Tim Percepatan Evakuasi WNI melakukan pembicaraan dengan pimpinan Universitas Al Ahqaf. Awalnya, pimpinan universitas menolak mengizinkan mahasiswanya untuk dievakuasi dengan alasan peduli terhadap masa depan pendidikan mereka.

Evakuasi 478 WNI

Pada Sabtu (11/4/2015), pemerintah mengevakuasi 478 warga negara Indonesia (WNI) dievakuasi dari Yaman pada Sabtu (11/4/2015), ke Kota Salalah di Oman. Mereka terdiri dari 391 WNI dari Kota Tareem dan 87 WNI dari Kota Al Mukalla.

"Evakuasi dilakukan dengan menggunakan 8 bus dari Tareem dan 2 bus dari Al Mukalla. Para WNI tersebut dievakuasi menuju kota Salalah, kota di Oman yang paling berdekatan dengan perbatasan Yaman," demikian siaran pers Tim Percepatan Evakuasi WNI yang diterima Kompas.com, Senin (13/10/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim evakuasi menyebutkan, evakuasi 478 WNI ini terbanyak dalam satu hari sejak pemerintah mulai mengevakuasi WNI dari Yaman pada 2014 lalu. Kota Tareem dan Al Mukalla merupakan pusat konsentrasi WNI di Yaman. Diperkirakan, ada 2.000 WNI yang menetap di dua kota di bagian timur Yaman tersebut, dengan sebaran 500 orang di Al Mukalla dan 1.500 orang di Tareem.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rayakan HUT Ke-57, Fraksi Golkar Larang Anggota Tinggalkan DKI Sepanjang Oktober

Rayakan HUT Ke-57, Fraksi Golkar Larang Anggota Tinggalkan DKI Sepanjang Oktober

Nasional
Bupati Kuansing Terjaring OTT, Golkar Tunggu Keterangan Resmi KPK

Bupati Kuansing Terjaring OTT, Golkar Tunggu Keterangan Resmi KPK

Nasional
Lewat 'Indeks Kualitas Kebijakan', LAN Berupaya Tingkatkan Kualitas Kebijakan Pemerintah

Lewat "Indeks Kualitas Kebijakan", LAN Berupaya Tingkatkan Kualitas Kebijakan Pemerintah

Nasional
4 Kader Tersandung Kasus Korupsi, Waketum Golkar: Kami Sudah Wanti-wanti...

4 Kader Tersandung Kasus Korupsi, Waketum Golkar: Kami Sudah Wanti-wanti...

Nasional
Jokowi: Virus Corona Tak Mungkin Hilang Total, Ayo Vaksinasi dan Laksanakan Prokes

Jokowi: Virus Corona Tak Mungkin Hilang Total, Ayo Vaksinasi dan Laksanakan Prokes

Nasional
Komnas HAM dan Propam Polri Tunjuk Penanggung Jawab Guna Optimalkan Pengawasan Kinerja Polisi

Komnas HAM dan Propam Polri Tunjuk Penanggung Jawab Guna Optimalkan Pengawasan Kinerja Polisi

Nasional
Kapolri Minta Kapolda-Kapolres Tak Ragu Pecat Anggota yang Langgar Aturan Saat Bertugas

Kapolri Minta Kapolda-Kapolres Tak Ragu Pecat Anggota yang Langgar Aturan Saat Bertugas

Nasional
Rangkaian HUT ke-57 Golkar, Airlangga Tabur Bunga di TMP Kalibata

Rangkaian HUT ke-57 Golkar, Airlangga Tabur Bunga di TMP Kalibata

Nasional
Bakal Tindak Tegas, Mahfud Minta Praktik Pinjol Ilegal Segera Dihentikan

Bakal Tindak Tegas, Mahfud Minta Praktik Pinjol Ilegal Segera Dihentikan

Nasional
Sebaran 16.697 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sebaran 16.697 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Tak Usah Bayar Utang ke Pinjol Ilegal

Mahfud Minta Masyarakat Tak Usah Bayar Utang ke Pinjol Ilegal

Nasional
Naiki Rantis Paspampres, Jokowi Sapa Masyarakat di Tarakan

Naiki Rantis Paspampres, Jokowi Sapa Masyarakat di Tarakan

Nasional
Mahfud Tegaskan Bakal Tindak Tegas Praktik Pinjol Ilegal

Mahfud Tegaskan Bakal Tindak Tegas Praktik Pinjol Ilegal

Nasional
KPK Tahan Tersangka Kasus Proyek Jalan Lingkar Bengkalis, Tak Dihadirkan karena Sakit

KPK Tahan Tersangka Kasus Proyek Jalan Lingkar Bengkalis, Tak Dihadirkan karena Sakit

Nasional
Maulid Nabi Muhammad, Menag Ingatkan untuk Berempati dan Mengelola Perbedaan

Maulid Nabi Muhammad, Menag Ingatkan untuk Berempati dan Mengelola Perbedaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.