Di Hadapan Alumni Unhas, JK Sindir Abraham dan Hamdan Zoelva

Kompas.com - 10/04/2015, 14:48 WIB
Wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, memberikan pandangannya saat mengunjungi redaksi Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (3/9/2014). Dalam kunjungannya tersebut Jusuf Kalla memberikan sejumlah pandangan mengenai rencana kerja pemerintahan Jokowi-JK mendatang. KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZESWakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, memberikan pandangannya saat mengunjungi redaksi Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (3/9/2014). Dalam kunjungannya tersebut Jusuf Kalla memberikan sejumlah pandangan mengenai rencana kerja pemerintahan Jokowi-JK mendatang.
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad saat berbicara di hadapan alumni Universitas Hasanuddin di Istana Wakil Presiden, Jumat (10/4/2015). Menurut Kalla, lulusan Universitas Hasanuddin yang berhasil duduk di pemerintahan berkurang dua orang setelah Abraham dipolisikan dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva, menolak kembali mencalonkan diri sebagai hakim konstitusi.

"Dari sisi birokrasi, dari sisi pemerintahan, begitu banyak alumni yang di pemerintahan, tahun ini turun dua orang. Yang satu demi mempertahankan kehormatan, dan yang satu lagi agak kurang mempertahankan kehormatan," kata Kalla.

Ia menyebut Hamdan menjaga prinsip sehingga menolak diseleksi sebagai calon hakim MK. Sementara Abraham, dinilai Kalla gagal menghadapi masalahnya di KPK sehingga harus nonaktif.

"Hamdan karena menjaga prinsip. Hamdan tidak mau dites. Satu kurang lolos dalam masalah-masalahnya di KPK," sambung Kalla.

Ia pun mengingatkan alumni Unhas yang hadir dalam acara tersebut untuk tetap menjaga etika jika kelak menjabat dalam pemerintahan. Selain menyinggung Abraham dan Hamdan, Kalla juga menyebut nama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Menurut dia, Amran kini menjadi salah satu lulusan Unhas yang duduk di pemrintahan.

Kepada Amran, Ia berpesan agar CEO PT Tiran Group tersebut lebih sering meninjau langsung ke lapangan dibandingkan berdiam diri di kantor.

"Sekarang sisa Amran yang baru, yang keliling terus Indonesia. Kapan kau ke kantor Amran? Tapi itu penting, ternyata ada dua menteri terkenal. Kalau mau terkenal, jangan sering-sering di kantor. Susi dan Amran itu yang penting sekali. Indonesia itu luas, kita semua harapkan itu jadi bagian dari upaya bersama," kata Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendagri Ajukan Anggaran Rp 15 M untuk Mesin Anjungan Data Mandiri

Kemendagri Ajukan Anggaran Rp 15 M untuk Mesin Anjungan Data Mandiri

Nasional
BPIP Minta Pancasila Diajarkan Secara Lebih Merakyat

BPIP Minta Pancasila Diajarkan Secara Lebih Merakyat

Nasional
Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas, Ahmad Basarah: Untuk Akomodasi Pancasila Diajarkan di Sekolah

Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas, Ahmad Basarah: Untuk Akomodasi Pancasila Diajarkan di Sekolah

Nasional
Sepanjang 2019, Polisi Tangkap 19 Penyuplai Bahan Peledak untuk 'Destructive Fishing'

Sepanjang 2019, Polisi Tangkap 19 Penyuplai Bahan Peledak untuk "Destructive Fishing"

Nasional
Investigasi Lebih Lanjut, Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tak Beraksi Sendiri

Investigasi Lebih Lanjut, Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Tak Beraksi Sendiri

Nasional
MPR Setuju Pendidikan Pancasila Jadi Pelajaran Wajib di PAUD hingga Perguruan Tinggi

MPR Setuju Pendidikan Pancasila Jadi Pelajaran Wajib di PAUD hingga Perguruan Tinggi

Nasional
Pemerintah Tak Jamin Indonesia Bebas dari Kelompok Intoleran, tapi...

Pemerintah Tak Jamin Indonesia Bebas dari Kelompok Intoleran, tapi...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Petinggi TNI Dikumpulkan Jokowi | Tetangga Novel Laporkan Politikus PDI-P

[POPULER NASIONAL] Petinggi TNI Dikumpulkan Jokowi | Tetangga Novel Laporkan Politikus PDI-P

Nasional
Kejaksaan Agung Telaah Laporan soal Jiwasraya untuk Temukan Dugaan Tindak Pidana

Kejaksaan Agung Telaah Laporan soal Jiwasraya untuk Temukan Dugaan Tindak Pidana

Nasional
Menpan RB Siapkan Jabatan Baru untuk Anggota TNI-Polri yang Nganggur

Menpan RB Siapkan Jabatan Baru untuk Anggota TNI-Polri yang Nganggur

Nasional
Heboh Desa Fiktif, Bantahan Kemendagri, hingga Desa Cacat Hukum...

Heboh Desa Fiktif, Bantahan Kemendagri, hingga Desa Cacat Hukum...

Nasional
KPK Minta Polisi Serius Tangani Laporan Tetangga Novel terhadap Dewi Tanjung

KPK Minta Polisi Serius Tangani Laporan Tetangga Novel terhadap Dewi Tanjung

Nasional
Susun UU Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Gunakan Skema Omnibus Law

Susun UU Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Gunakan Skema Omnibus Law

Nasional
Eks Bupati Kepulauan Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara

Eks Bupati Kepulauan Talaud Dituntut 7 Tahun Penjara

Nasional
Teluk Balikpapan Akan Dieksploitasi demi Ibu Kota Baru

Teluk Balikpapan Akan Dieksploitasi demi Ibu Kota Baru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X