Kompas.com - 01/04/2015, 13:23 WIB
Tim kuasa hukum mantan Menteri Agama Suryadharma Ali berbicara kepada hakiim dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/3/2015). KOMPAS.com/DANI PRABOWOTim kuasa hukum mantan Menteri Agama Suryadharma Ali berbicara kepada hakiim dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/3/2015).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Data indeks kepuasan pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2013 milik mantan Menteri Agama Suryadharma Ali tidak sama dengan data milik Badan Pusat Statistik. Hal itu terungkap ketika saksi dari BPS memberikan keterangan tentang hasil survei kepuasan pelayanan PPIH Arab Saudi.

Dalam sidang ini, kuasa hukum Suryadharma menghadirkan Deputi Metodologi dan Informasi Statistik BPS Dudy S Sulaiman. "Indeks kepuasan PPIH Arab Saudi sebesar 82,69 persen dengan kategori memuaskan. Nilai tertinggi berasal dari petugas kloter dan nilai terendah dari katering di Madinah dan Jeddah," ujar Dudy.

Indeks kepuasan itu berbeda dari data yang diklaim oleh pengacara Suryadharma. Dalam persidangan, Selasa (31/3/2015) kemarin, pengacara Suryadharma, Johnson Panjaitan, menyebutkan, sejak tahun 2010-2013, terjadi peningkatan kualitas penyelenggaraan haji oleh PPIH Arab Saudi. Hal itu merujuk pada hasil survei yang dilakukan BPS setiap tahunnya.

Johnson menjelaskan, indeks kepuasan PPIH Arab Saudi tahun 2010 sebesar 81,45 persen, sedangkan tahun 2011 sebesar 83,31 persen. Untuk tahun 2012, indeks kepuasan turun menjadi 81,32 persen. "Terakhir di tahun 2013, indeks kepuasan haji secara keseluruhan mencapai 90 persen dan tergolong sangat memuaskan," ujar Johnson.

Menurut Johnson mengatakan, langkah KPK yang menetapkan Suryadharma sebagai tersangka bertentangan dengan catatan ini prestasi Suryadharma tersebut. Suryadharma merasa dirugikan dengan status tersebut dan menuntut ganti rugi kepada KPK. (Baca Suryadharma Minta KPK Bayar Ganti Rugi Rp 1 Triliun)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MKD Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Azis Syamsuddin Siang Ini

MKD Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Azis Syamsuddin Siang Ini

Nasional
Risma Usul Terorisme Masuk RUU Penanggulangan Bencana, Ini Alasannya

Risma Usul Terorisme Masuk RUU Penanggulangan Bencana, Ini Alasannya

Nasional
MAKI: Pak Firli Mundur Saja, Sudah Setahun Kontroversi Terus

MAKI: Pak Firli Mundur Saja, Sudah Setahun Kontroversi Terus

Nasional
Jokowi Beri Arahan Terkait Tindak Lanjut 75 Pegawai KPK, Ini Respons Menpan RB

Jokowi Beri Arahan Terkait Tindak Lanjut 75 Pegawai KPK, Ini Respons Menpan RB

Nasional
IAKMI: Vaksinasi Gotong Royong Harus Perhatikan Prinsip Keadilan

IAKMI: Vaksinasi Gotong Royong Harus Perhatikan Prinsip Keadilan

Nasional
4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

Nasional
Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

Nasional
Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

Nasional
Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

Nasional
Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

Nasional
Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

Nasional
Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

Nasional
Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

Nasional
Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X