Jokowi Belum Bisa Putuskan Nasib 16 WNI di Turki yang Menolak Pulang

Kompas.com - 19/03/2015, 12:22 WIB
Presiden RI Joko Widodo melambaikan tangan kepada warga Bogor dalam acara Cap Go Meh, Kamis (5/3/2015). Dalam acara itu, Jokowi hadir ditemani Ibu Negara Iriana, serta sejumlah pejabat lainnya. K97-14 KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPresiden RI Joko Widodo melambaikan tangan kepada warga Bogor dalam acara Cap Go Meh, Kamis (5/3/2015). Dalam acara itu, Jokowi hadir ditemani Ibu Negara Iriana, serta sejumlah pejabat lainnya. K97-14
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Presiden Joko Widodo mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah mencari jalan keluar dalam menyikapi keputusan 16 warga negara Indonesia (WNI) yang menolak kembali ke Tanah Air setelah ditahan oleh otoritas di Turki. Namun, jalan keluar itu masih belum disepakati hingga kini.

"Itu juga masih dalam proses karena kemarin sudah kami rapatkan juga belum rampung karena ada plus minus, plus minus," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Jokowi menyebutkan, pemerintah saat ini juga memperhatikan penyebaran paham radikal yang disebar Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Upaya pencegahan dan penanggulangan paham itu, sebut Jokowi, kini tengah dicari sistemnya.

"Saya kira ini bukan hanya masalah Indonesia, tapi sudah menjadi masalah semua negara mengenai ISIS itu. Tapi belum bisa kami sampaikan," kata dia. (Baca: 16 WNI di Turki Menolak Pulang, Pemerintah Tak Bisa Memaksa)

Sebanyak 16 WNI yang ditahan di Gaziantep, Turki, akan segera dideportasi oleh otoritas setempat. Namun, mereka menolak kembali ke Indonesia.

Mereka sudah menjual harta bendanya di Indonesia sehingga tak lagi memiliki tempat tinggal. Mereka diduga hendak bergabung dengan ISIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X